Satpol PP Diminta Jaga Kewibawaan
SAMARINDA. Satpol PP dimunta terus menjaga kewibawaan. Pasalnya dengan kewibawaan itu gerak dan program yang dijalankan kepada masyarakat akan semakin mudah dan baik. Selama ini diakui Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, kewibawaan kurang sehingga masyarakat men-cap negatif Satpol PP.
"Selama ini banyak kasus kita temukan Satpol PP masih seenaknya melaksanakan program. Saya minta agar kewibawaan itu dijaga, sehingga ketika nantinya akan melakukan eksekusi atau program lapangan, masyarakat bisa menerimanya," ujar Awang, dalam pengarahan kepada Kepala Satpol PP se-Kaltim mengantisipasi kerawanan Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum).
Apalagi, dikatakannya, sejumlah fakta kasus menyebutkan Satpol PP dalam melaksanakan tugasnya kerap berbenturan dengan masyarakat. Dicontohkannya, kejadian baru-baru ini yakni Tanjung Priok Jakarta, sehingga ada memakan korban jiwa.
"Ini juga termasuk mengantisipasi jangan sampai kejadian di Tanjung Priok itu kejadian juga di Kaltim. Kita jagalah Kaltim ini tetap kondusif. Satpol PP sebagai ujung tombak lapangan pemerintah, diharapkan lebih persuasif dalam melaksanakan program lapangannya," ujarnya.
Dalam kesempatan itu dia juga mengingatkan, Satpol PP harus mulai melakukan perubahan mindset (pola berpikir), program dan metodologi Satpol PP dalam melaksanakan tugas dan kewenangannya.
"Ketika semua itu dapat berjalan dengan baik. Saya pikir, tak akan ada lagi benturan-benturan dengan masyarakat ketika melaksanakan program lapangan. Dan Satpol PP, saya yakin bisa melakukan perubahan itu," terangnya.
Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Ngadino mengatakan, Satpol PP adalah mitra kerja dari aparat kepolisian. Karena itu persoalan apapun yang terjadi di lapangan, koordinasi dan komunikasi aktif sangat diperlukan.
Sementara Komandan Korem (Danrem) 091/ASN Kolonel Inf Musa Bangun. TNI mengatakan, siap berkoordinasi dengan pihak manapun dalam melaksanakan tugas menjaga keamanan dan ketertiban umum di Kaltim. (ias/sapos.co.id/28/04/2010)




