Gubernur Minta Tata Ruang Diperbaiki
Menanam Pohon Untuk Generasi Mendatang
SAMARINDA. Fine bike atau sepeda santai bersama Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dan pejabat Kaltim yang digelar kemarin, tidak sekadar program biasa, ada misi lebih besar yang diusung. Menurut Awang Faroek Ishak, ini dalam rangka membiasakan diri bersepeda, tidak hanya dalam rangka menurunkan emisi karbon yang terus memburuk tetapi juga berolahraga. Makanya, ia berharap kegiatan fine bike akan menjadi program rutin di minggu terakhir pada setiap bulannya.
"Ini program yang sangat baik, tentulah harus didukung semua pihak. Saya bersyukur, masyarakat dari semua lapisan terlibat dalam kegiatan ini," kata Awang Faroek dalam sambutannya, kemarin.
Kegiatan fine bike dalam rangka Kaltim Green atau Kaltim Hijau dimulai dari GOR Segiri Jl Kesuma Bangsa, kemudian secara bergelombang bersepeda menuju GOR Madya Sempaja. Setelah sampai di GOR Madya Sempaja, langsung dirangkai dengan penanaman pohon. Menurut Awang Faroek penanggungjawab dari perkembangan pohon itu adalah pengelola GOR Madya Sempaja, karena merekalah yang paling dekat dan pohon itu berada di lingkungan GOR, sehingga lebih mudah memperhatikannya.
Menurutnya, saat ini kegiatan penanaman pohon kembali memang menjadi agenda penting tidak hanya bagi Kaltim, tapi juga Indonesia. Ini pung dalam rangkaian mendukung program Presiden SBY untuk menurunkan tingkat pencemaran emisi karbon hingga 26 persen. Ia mengaku opitimistis, bila program seperti one man five trees atau satu orang menanam 5 pohon, pasti target itu akan menjadi kenyataan atau tidak susah untuk dicapai.
"Beberapa waktu lalu saya mendapatkan laporan dari panitia Kaltim Green, bahwa pohon yang ditanam sejauh ini sudah 3 juta buah. Ini tentu laporan yang sangat bagus, tetapi saya perlu bukti pohon sebanyak itu ditanam dimana, jadi jangan hanya laporan asal saya senang. Ini bukan zamannya lagi," tandasnya lagi.
Ia mengingatkan, apapun yang ditanam hari ini sebenarnya bukan hanya untuk generasi saat ini, tetapi juga yang terpenting untuk generasi akan datang. Itu sama halnya dengan saat generasi yang lalu menanam pohon, yang menikmati adalah generasi saat ini.
"Makanya, pohon yang ditanam harus diberi nama, sehingga generasi mendatang mengetahui siapa yang menanam dan menjadi kenangan yang baik," tegasnya lagi.
Menurutnya, saat ini tata ruang wilayah di masing-masing kabupaten dan kota di Kaltim memang terus dibenahi. Ia berharap, tidak ada lagi hutan lindung yang dikorbankan untuk pertambangan, atau dengan alasan pembangunan jalan. Ia mengaku bersyukur, ketika kepolisian melalui Polda Kaltim sangat konsentrasi pada pemberantasan ilegal logging, hal itu tentulah harus didukung terus. (ias/sapos.co.id/07/06/2010)




