Faroek: Tak Mau Hanya MoU
SEPANJANG 2009 dan 2010, sudah puluhan perusahaan yang datang ke Kaltim untuk menyatakan minat terhadap sejumlah proyek yang sedang dikembangkan Pemprov. Setidaknya, ada lima proyek besar yang jadi daya tarik pengusaha-dalam dan luar negeri.
Yakni, Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Balikpapan-Penajam Paser Utara (PPU), Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, serta Kawasan Industri dan Pelabuhan Maloy, Kutai Timur. Ada juga pengembangan Bandara Internasional Sepinggan, dan Bandara Samarinda Baru (BSB).
Tapi, dari puluhan calon investor yang sudah pernah bertandang itu, dari catatan Badan Perizinan dan Penanaman Modal (BPPMD) Kaltim, baru tiga perusahaan yang menyatakan minat. Saat ini proses perizinan tiga perusahaan itu masih diurus di pusat. Mereka adalah, PT Sinohydro Corporation Limited, Global First Financial Partner (GFFP), dan China State Construction Engineering. Masing-masing ada yang minat pada BSB, jalan tol, dan ada juga yang menawar hingga empat proyek.
Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak ditanya soal belum banyaknya realisasi investasi oleh investor-investor yang pernah datang ke Kaltim mengatakan, pengusaha dari luar negeri tentu banyak pertimbangan. “Mereka kan enggak mau rugi,” kata Gubernur.
Menurutnya, jika belum ada investor yang konkret, itu belum bisa dikatakan mereka gagal masuk. Karena, ini masih dalam tahap penjajakan, dan investor tentu punya banyak perhitungan.
“Kalau yang dengan Ras Al-Khaimah pembangunan rel kereta api di Kutai Timur sudah jalan ‘kan. Kalau yang lain mungkin masih ada pertimbangan mereka,” tuturnya.
Gubernur juga mengakui, selama ini kebanyakan investor yang datang hanya berakhir pada penandatanganan memorandum of understading (MoU), tak ada realisasinya. “Kalau pada zaman saya sekarang ini nggak ada yang cuma sekadar MoU. Saya nggak mau kalau hanya MoU,” tuturnya.
Karena itu, tambah dia, pihaknya tak akan menandatangani MoU dengan perusahaan mana pun jika tak ada kepastian untuk dilanjutkan ke tahapan momorandum of agreement (MoA).
“Dulu sebelum saya memang banyak yang hanya MoU aja. Saat ini, kalau tidak ada kepastian tidak mau ada MoU,” tuturnya. (far/kaltimpost.co.id/09/06/2010)




