Menko Kesra: Kinerja Pelayanan Kesehatan Masih Rendah
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono menilai kinerja pelayanan kesehatan masih rendah terutama di daerah tertinggal, terpencil, perbatasan dan pulau-pulau terluar.
"Padahal kinerja kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan penduduk," kata Menko Kesra Agung Laksono pada acara pembukaan Munas Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia atau ARSADA ke-4 di Jakarta, Rabu.
Agung Laksono menjelaskan, hal itu merupakan tantangan pembangunan kesehatan di Indonesia yang memerlukan dukungan semua elemen bangsa.
Selain masih rendahnya kinerja pelayanan kesehatan, Agung juga menambahkan tantangan pembangunan kesehatan lainnya adalah berkaitan dengan disparitas kasus kesehatan.
"Meskipun secara nasional kualitas kesehatan masyarakat telah meningkat namun disparitas antar tingkat sosial ekonomi dan antar wilayah masih cukup tinggi," katanya.
Selain itu, tantangan lainnya adalah beban ganda penyakit di Indonesia yang mengalami transisi epidemologi yang ditandai dengan masih tingginya prevalensi dan insidensi penyakit menular namun dalam waktu yang bersamaan terjadi peningkatan penyakit tidak menular.
Agung juga menambahkan, masih banyaknya masyarakat yang belum menjalani pola hidup sehat dan rendahnya kondisi sanitasi juga menjadi tantangan pembangunan kesehatan di Indonesia.
"Rendahnya kualitas pelayanan kesehatan yang ditandai dengan masih dibawah standarnya kualitas pelayanan sebagian rumah sakit daerah serta keterbatasan tenaga kesehatan juga menjadi tantangan yang harus segera diatasi," katanya.
Dia juga mengatakan hingga saat ini jumlah dan distribusi dokter, bidan serta perawat belum merata dimana disparitas rasio dokter umum per 100.000 penduduk antar wilayah masih tinggi.
"Indonesia mengalami kekurangan pada hampir semua tenaga kesehatan yang diperlukan," katanya.Sumber : id.news.yahoo.com, 17-06-2010
"Padahal kinerja kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan penduduk," kata Menko Kesra Agung Laksono pada acara pembukaan Munas Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia atau ARSADA ke-4 di Jakarta, Rabu.
Agung Laksono menjelaskan, hal itu merupakan tantangan pembangunan kesehatan di Indonesia yang memerlukan dukungan semua elemen bangsa.
Selain masih rendahnya kinerja pelayanan kesehatan, Agung juga menambahkan tantangan pembangunan kesehatan lainnya adalah berkaitan dengan disparitas kasus kesehatan.
"Meskipun secara nasional kualitas kesehatan masyarakat telah meningkat namun disparitas antar tingkat sosial ekonomi dan antar wilayah masih cukup tinggi," katanya.
Selain itu, tantangan lainnya adalah beban ganda penyakit di Indonesia yang mengalami transisi epidemologi yang ditandai dengan masih tingginya prevalensi dan insidensi penyakit menular namun dalam waktu yang bersamaan terjadi peningkatan penyakit tidak menular.
Agung juga menambahkan, masih banyaknya masyarakat yang belum menjalani pola hidup sehat dan rendahnya kondisi sanitasi juga menjadi tantangan pembangunan kesehatan di Indonesia.
"Rendahnya kualitas pelayanan kesehatan yang ditandai dengan masih dibawah standarnya kualitas pelayanan sebagian rumah sakit daerah serta keterbatasan tenaga kesehatan juga menjadi tantangan yang harus segera diatasi," katanya.
Dia juga mengatakan hingga saat ini jumlah dan distribusi dokter, bidan serta perawat belum merata dimana disparitas rasio dokter umum per 100.000 penduduk antar wilayah masih tinggi.
"Indonesia mengalami kekurangan pada hampir semua tenaga kesehatan yang diperlukan," katanya.Sumber : id.news.yahoo.com, 17-06-2010




