Sanksi Tegas Pelaku Joki Mahasiswa dan PNS
JAKARTA. Pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) berlangsung hari ini (16/6) hingga besok (17/6). Sebelum pelaksanaan tes berlangsung, panitia SNMPTN tak segan melibatkan pihak kepolisian untuk mengamankan kondisi. Termasuk menyiduk joki yang berusaha membantu meluluskan peserta SNMPTN.
Ketua Umum Panitia SNMPTN, Herry Suhardiyanto menegaskan, akan memberikan sanksi terhadap joki yang turut mengerjakan tes di ruang ujian. Menurut Herry, sanksi tersebut akan diserahkan kepada pihak kepolisian. "Hukumannya sesuai dengan UU yang berlaku. Salah satunya pemalsuan identitas," papar Herry.
Jika pelaku tersebut dari kalangan mahasiswa, kata Herry, selain berurusan dengan pihak kepolisian. Mahasiswa tersebut juga akan dilaporkan pada perguruan tinggi tempat dia menimba ilmu. "Hukumannya tentu tergantung peraturan yang berlaku di masing-masing universitas," terang Rektor IPB itu.
Namun, bila pelaku tersebut dari kalangan PNS. Dia berharap pemerintah daerah maupun provinsi juga dapat memberikan sanksi terhadap mereka. Untuk mengantisipasi masuknya calo ke dalam ruang ujian. Herry mengaku telah menginstruksikan pengawas ruangan untuk melakukan verifikasi.
"Termasuk mencocokkan identitas yang dipegang pengawas dengan peserta tes," ucapnya. Menurut Herry, pihaknya juga mewarning pengawas yang berusaha memberikan kesempatan kepada peserta untuk saling berkomunikasi dan bertukar jawaban. "Penggunaan HP selama ujian tidak diperbolehkan," tambahnya.
Selain persiapan teknis, Herry mengaku telah mempersiapkan soal-soal ujian dengan matang. Soal yang dibuat oleh panitia dijamin tidak akan bocor. "Tidak bisa dibandingkan dengan pengamanan soal Ujian Nasional (unas). Yang pasti prosedur kami juga sama ketatnya," paparnya.
Wakil Mendiknas, Fasli Jalal, menambahkan, soal ujian telah disiapkan oleh panitia. Termasuk soal cadangan sebagai antisipasi bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. "Sejauh ini laporan yang kami terima semua berjalan lancar," terangnya.
Ujian tulis SNMPTN meliputi Tes Potensi Akademik (TPA) dan Tes Bidang Studi Prediktif (TBSP). Untuk tes Bidang Studi Dasar terdiri atas mata ujian Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.
Sementara tes Bidang Studi IPA terdiri atas mata ujian Matematika, Biologi, Kimia, dan Fisika. Tes Bidang Studi IPS terdiri atas mata ujian Sosiologi, Sejarah, Geografi, dan Ekonomi. Akan diselenggarakan pula ujian keterampilan untuk beberapa program studi. Yang berlangsung Jumat (18/6) dan Sabtu (19/6) mendatang. (nuq/sapos.co.id/18/06/2010)




