SBY: Indonesia Tak Ingin Ada Krisis Baru
JAKARTA. Indonesia telah merasa berhasil melewati terpaan krisis keuangan dunia. Oleh karena itu, Indonesia tidak ingin ada krisis baru dalam tingkat global. Pemulihan perekonomian akan menjadi agenda utama yang akan dibawa Indonesia dalam pertemuan puncak KTT G-20 di Toronto, Kanada, 25-27 Juni ini.
"Indonesia tidak ingin ada masalah baru pada tingkat dunia. Dalam kaitan itu lah kita berjuang, agar dalam G-20 summit, kita semua bisa terus menjaga global economy recovery dan growth, dan kemudian kita bisa mencegah new crisis yang bisa terjadi," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Bandara Halim Perdanakusuma, kemarin (24/6) sebelum bertolak ke Toronto, Kanada, kemarin. Presiden juga menegaskan Indonesia akan memperjuangkan terbentuk jaring pengaman sistem keuangan dunia.
Presiden akan menghadiri KTT G-20 pada 26-27 Juni. Lawatan dilanjutkan ke Turki dalam rangka kunjungan kenegaraan pada 28 Juni hingga 1 Juli. Setelah itu, Presiden akan melakukan ibadah umrah di Arab Saudi, dan akan tiba kembali ke tanah air pada 4 Juli.
KTT G-20 di Toronto adalah yang keempat, setelah kali pertama digelar di Washington DC, AS, lalu di London, Inggris, dan ketiga di Pittsburgh, AS. G-20 adalah kelompok 20 negara dengan produk domestik bruto terbesar dunia. G-20 menguasai dua pertiga volume ekonomi dan perdagangan dunia. Dua pertiga penduduk dunia juga tinggal di negara-negara G-20. Indonesia adalah satu-satunya negara di kawasan ASEAN yang masuk dalam anggota G-20.
SBY mengatakan, Indonesia memiliki kepentingan dalam G-20, sebab dalam krisis ekonomi tahun 2008, Indonesia telah patuh menjalani keputusan-keputusan di G-20. Presiden mengatakan, Indonesia telah sukses melakukan stabilisasi keuangan dan menempuh kebijakan stimulus untuk mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi.
"Kita juga memelihara makro ekonomi kita dengan baik. Kita juga mencegah jangan sampai terjadi pengangguran-pengangguran baru. Kita juga memastikan tidak ada proteksionisme yang mengganggu international trade," kata SBY.
Dengan kepatuhan Indonesia atas kesepakatan G-20, kata SBY, dengan kepatuhan ind, Indonesia telah dinilai sebagai negara yang kompeten meminimalkan dampak krisis perekonomian global. Saat ini, pertumbuhan ekonomi telah mendekati 6 persen. Cadangan devisa juga sudah mencapai USD 74 miliar. "Suatu angka yang baik," ujar SBY. (sof/jpnn/sapos.co.id/26/06/2010)




