Pejabat Tidak Perlu Pakai Patwal
MAKASSAR, KOMPAS.com — Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Indonesia, Effendi Ghazali, menyatakan, pejabat setingkat menteri, gubernur, dan wali kota tidak perlu menggunakan patroli pengawalan atau patwal.
"Saya rasa pejabat seperti menteri, gubernur, dan wali Kota tidak perlu menggunakan patwal yang cukup panjang," katanya di Makassar, Jumat (23/7/2010).
Ia mengatakan, iring-iringan pengawal harus ada dan tidak boleh tidak ada untuk presiden dan wakil presiden karena semuanya sudah diatur oleh undang-undang.
Menurutnya, pengawalan presiden dan wakil presiden memang harus dilakukan karena semua negara, baik negara berkembang maupun negara maju juga menerapkannya.
"Tidak ada masalah dengan iring-iringan patwal presiden dengan wakil presiden karena sudah diatur dalam undang-undang dan semua negara juga menerapkannya," ujarnya.
Adapun untuk pejabat tingkat menteri, gubernur, dan wali kota memang diberi tugas untuk mengatur negeri ini.
Ia mencontohkan, menteri, gubernur dan wali kota diberikan tugas untuk mengatur masalah, seperti lalu lintas, menyiapkan marka jalan, memperlebar jalan dan melakukan pembatasan-pembatasan, serta diberikan anggaran.
Namun jika tugas yang diberikan kepada pejabat itu tidak mampu diatasi, maka mereka harus ikut merasakan apa yang telah dirasakan rakyat.
"Kalau tidak mampu mengatasi, ya harusnya ikut merasakan apa yang dirasakan rakyat. Pejabat seperti gubernur dan wali kota memang harus mempunyai empati yang tinggi," katanya.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulselbar Adjat Sudrajat mengaku bahwa patwal dari kepolisian itu sudah menjadi prosedur tetap.
"Saya maunya ke mana-mana tanpa mendapat pengawalan. Mau saya seperti masyarakat umumnya. Tapi, tetap saja Kapolda mengutus personelnya untuk mengawal saya karena masuk dalam unsur muspida," katanya.
Hal serupa juga disampaikan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin. Ia mengaku, pengawalan dari kepolisian itu tidak perlu berlebihan untuk dirinya. Dia menggunakan patwal hanya pada saat-saat tertentu.
"Jadi, sebenarnya patwal saya gunakan saat-saat situasional saja karena ada memang momen tertentu yang mengharuskan saya menggunakan patwal," katanya.(kompas.com/24/07/2010)




