SBY Minta Pejabat Pusat Tak Bebani Pemda dan Kedubes
Saat Kunjungan ke Daerah dan Luar Negeri
JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima informasi dan pengaduan dari pejabat di daerah serta di kedutaan besar (kedubes) di luar negeri, tentang kunjungan dari pejabat negara pusat yang dinilai tidak pas. SBY meminta jajaran pemerintahan tidak membebani pemerintan daerah serta kedubes saat berkunjung ke daerah ataupun luar negeri.
Presiden mengaku, selama ini tidak pernah menggunakan anggaran daerah.
"Oleh karena itu saya berharap kalau saudara (pejabat pusat) ke daerah, juga gunakan anggaran sendiri, jangan meminta, jangan membebani provinsi kabupaten dan kota. Kita ke luar negeri jangan sekali kali meminta anggaran duta besar, resmi ini," kata Presiden saat membuka rapat kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin. Presiden mengatakan, Pemda dan Kedubes memiliki anggaran untuk kegiatan yang telah direncanakan.
Presiden mengungkapkan hal itu menanggapi tudingan dari sejumlah anggota Komisi II DPR yang menilai banyak pejabat di pusat yang membebani pemerintah daerah. Presiden juga meminta agar pejabat di pusat merencanakan kunjungan ke luar negeri dengan baik. SBY mengaku kerap mendengar keluhan dari kedubes yang tiba-tiba membatalkan rencana kunjungan. "Itu mempermalukan negara kiita, mempermalukan Dubes. Saya menyeru kepada lembaga negara manapun ketika berkunjung ke luar negeri tolong dijaga keprotokolan, tolong dijaga etika diplomasi," kata SBY.
Presiden juga mengaku telah banyak mengurangi kunjungan bilateral ke luar negeri. Jika kunjungan presiden ke luar negeri terlihat lebih banyak dibanding kepala negara sebelumnya, menurut SBY, itu karena pertemuan multilateral yang wajib ia kunjungi menjadi bertambah. Kata SBY, sebelumnya, kepala negara Indonesia hanya wajib menghadiri dua kunjungan multilateral dalam setahun, yakni ASEAN Summit dan APEC Summit. Saat ini, kata SBY, ada lima pertemuan dalam setahun yang wajib ia hadiri. Yakni ASEAN Summit menjadi dua kali, APEC Summit, dan dua kali G-20 Summit.
SBY mengatakan, dirinya juga banyak tidak hadir dalam pertemuan puncak yang seharusnya dihadiri kepala negara. Dalam Nuclear Summit di Washington DC misalnya, ia mewakilkan ke Wapres. SBY juga mewakilkan pertemuan G-15 di Teheran kepada menteri perindustrian. (sof/jpnn/sapos.co.id/31/07/2010)




