Masalah Perbatasan Harus Disikapi Tegas
JAKARTA. Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengatakan ketidakjelasan batas wilayah merupakan salah satu penyebab timbulnya persoalan dengan negara tetangga Malaysia. Untuk itu mantan Gubernur Gorontalo ini mendesak Kementerian Luar Negeri mengambil peran lebih banyak dalam pembahasan perbatasan dengan Malaysia dan Singapura September nanti.
?Kawan-kawan Kemenlu harus lebih tegas dalam pertemuan nanti. Kita harus berperan lebih banyak, jangan sampai diatur mereka (Malaysia dan Singapura),? ucap Fadel dalam diskusi di Jakarta kemarin (21/8).
Dia menambahkan karena penyebab itulah, Indonesia juga pernah bersitegang dengan negara-negara lainnya. Misalnya Vietnam, Thailand dan Tiongkok. Menurutnya, perbatasan wilayah antar negara sangatlah tipis, terutama di kawasan Selat Malaka. ?Makanya di sana banyak terjadi insiden,? ucapnya.
Selain itu, Fadel mengakui manajemen maritim Indonesia masih buruk. Sistem koordinasi antara pihak-pihak yang berkepentingan di kelautan masih amburadul. Dia mencontohkan, sebuiah kapal nelayan ketika beroperasi, maka perizinannya hampir sama dengan perizinan kapal-kapal angkutan besar. Misalnya harus izin ke Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas Perikanan dan Kelautan dan lain sebagainya.
Karenanya dalam kepemimpinannya kali ini, Fadel bertekad akan membenahi manajemen maritim terutama dengan menggandeng instansi-instansi terkait. Bahkan, dia memaparkan jika saat ini sudah menggalang program yang diberi nama Revolusi Biru. Dimana program tersebut bertujuan untuk mengubah paradigma masyarakat bahwa pembangunan kelautan sangat penting. Sebab selama ini pembangunan hanya difokuskan di darat saja, sedangkan kelautan malah ditinggalkan.
Di bagian lain, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan bahwa pembicaraan batas negara tidak semudah apa yang dibayangkan masyarakat. Sebab, pembahasan perbatasan dilakukan dengan dua negara yang memiliki kepentingan masing-masing. ?Pasti ada tarik ulur antara satu dengan yang lain,? ucap Teuku.
Dalam pertemuan September nanti yang akan rencananya di gelar di Indonesia dan dihadiri Malaysia dan Singapura, Teuku hanya berjanji berupaya sebaik mungkin. Bahkan dia mengaku Kemenlu akan mengalami kendala, sebab Malaysia merombak tim pembahasan perbatasannya dari yang terdahulu. ?Jadi agak susah,? ucapnya. Selain itu, menurutnya, kini Malaysia dan Singapura sendiri masih dalam proses pembahasan batas wilayah yang menyangkut salah satu pulaunya. Jadi Indonesia akan menungggu apakah akan membahas perbatasan itu dengan Malaysia atau Singapura. ?Kami akan tunggu itu,? imbuhnya. (kuh/sapos.co.id/23/08/2010)




