Gubernur Sulteng Tetap Lantik Bupati Tojo Una-Una
PALU--MI: Gubernur Sulawesi Tengah Bandjela Paliudju tetap mengagendakan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Tojo Una-Una pada 29 Agustus 2010 meski terjadi penolakan sekelompok mahasiswa dan masyarakat setempat.
Kepala Biro Humas dan Protokoler Pemprov Sulteng Muhammad Nizam Rana di Palu, Sabtu (28/8), mengatakan, gubernur tetap berangkat ke Kota Ampana untuk melantik bupati terpilih Damsik Ladjalani dan wakil bupati terpilih Jamal Juraejo. Menurut dia, proses pilkada telah berjalan sesuai ketentuan yang berlaku dan pasangan calon yang keberatan atas penetapkan KPU telah mengajukan gugatan ke Mahkamah Kostitusi yang hasilnya tetap mengukuhkan putusan KPU.
"Surat Keputusan Mendagri juga telah turun sehingga tidak ada alasan bagi gubernur menunda pelantikan," kata Nizam.
Belasan mahasiswa tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Sulawesi Tengah (GEMA Sulteng), Rabu (25/8), melakukan aksi di kantor gubernur menuntut agar tidak melantik Bupati dan Wakil Bupati Tojo Una-Una hasil Pilkada 2 Juni 2010u karena menilai bupati/wabub tersangkut masalah korupsi.
Tuntutan serupa juga disuarakan sekitar 200 orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Tojo Una-Una Menggugat (Atom) di Kantor DPRD Tojo Una-Una di Kota Ampana Kamis (26/8). Mereka menilai hasil pilkada pada 2 Juni lalu sarat kecurangan dan tak diproses panwas setempat.
Rencananya, Gubernur Sulteng dan rombongan akan berangkat dari Palu menjuju Ampana pada Sabtu malam (28/8). Setelah melantik Bupati Damsik Ladjalani dan Wakil Bupati Jamal Juraejo, gubernur kembali ke Poso dengan agenda yang sama melantik Bupati Poso Piet Inkiriwang dan pasangannya H. Samsuri.
Bupati Damsik Ladjalani dan Bupati Piet Ingkiriwang sama-sama calon incumbent yang kembali mendapat kepercayaan dari rakyatnya untuk memimpin lima tahun ke depan. (Ant/OL-5/mediaindonesia.com/31/08/2010)




