Jangan Mengejar Jabatan
BALIKPAPAN – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI George Toisutta yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PB PJSI) menegaskan, menjadi pengurus cabang judo di daerah tidak mudah. Perlu pengorbanan dan pengabdian yang terbaik bagi pejudo masa depan.
“Jadi, jangan hanya jadi pengurus judo karena mengejar jabatan semata. Justru sebagai pengurus itu banyak pengeluaran dan pengorbanan,” ujar Goerge Toisutta usai melantik Pengurus Provinsi PJSI Kaltim masa bakti 2010-2014 di Auditorium Kantor Wali Kota Balikpapan, Minggu (10/10) siang kemarin.
Turut hadir pada acara pelantikan kemarin, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Tan Aspan, para Perwira Kodam VI/Mlw, Wawali Balikpapan Rizal Effendi, pengurus KONI Kaltim dan KONI Balikpapan, wakil pengurus cabang serta undangan lainnya.
Goerge juga berharap agar para pengurus yang dilantik dapat menjalankan fungsinya dengan baik sehingga olahraga judo dapat tumbuh dan berkembang sebagaimana yang diharapkan. “Judo memiliki potensi yang sangat baik untuk tumbuh dan berkembang di Kaltim, apalagi saat ini ada pejudo Kaltim yang masuk pelatnas,” katanya.
Ditanya perkembangan judo di tingkat internasional, menurut George, bahwa Indonesia itu memiliki daerah yang luas dengan beragam masyarakatnya. Namun, sampai saat ini Indonesia belum bisa menatap dan rasa percaya diri, sehingga judo mengalami prestasi menurun.
“Di SEA Games, judo pernah menyumbang 10, 8, 7 emas. Tapi, dua SEA Games terakhir, alhamdulillah Indonesia masih bisa dapat 1 emas. Kita malah sudah dilampaui Laos maupun Vietnam yang jumlah penduduknya kecil, prestasi olahraganya terus berkembang,” terang Goerge.
Hal itu, tegas Goerge, bukan salah atlet, pelatih, pengurus maupun pembina. Tapi, kesalahan itu harus dihadapi bersama. Pejudo Indonesia harus bangkit dan bagaimana caranya memperbaiki kesalahan dengan kebulatan tekad dan bersatu. Sekarang ini, kalau ada kesalahan justru saling menghujat dan menjelek-jelekan satu sama lain.
“Kita harus bisa membusungkan dada untuk menatap ke depan penuh optimistis. Jangan pernah menyalahkan atlet apalagi sampai mencaci-maki mereka. Harusnya dibimbing dan diberi motivasi, sebab mereka itu sudah berkeringkat dan berdarah-darah, tapi kalah. Apa yang harus diperbaiki, itulah yang dicari solusinya,” jelas George.
Target judo sendiri di Asian Games Guangzhou, Tiongkok, November mendatang? “Judo tak ambil bagian, tapi kalau SEA Games 2011 akan berlangsung di Indonesia, target judo minimal 5 emas. Ya, menang tak mudah, tapi kita harus optimistis dengan pejudo yang muda-muda,” tegas George sambil menambahkan kelemahan Indonesia tak punya bimbingan mental (bintal) olahraga.
Terkait harapan Goerge tadi, Ketua Umum Pengprov PJSI Kaltim H Achmad Husry mengatakan, bukan tugas ringan untuk melahirkan atlet berprestasi. Selain itu, Husry bertekad pembinaan ke daerah-daerah harus bisa sejalan. “Saya yakin dengan solidaritas jajaran pengurus, prestasi judo Kaltim akan lebih baik. Insya Allah,” jelas Husry. (is/kaltimpost.co.id/11/10/2010)




