Pemprov Tak Optimalkan Potensi Wisata Pesisir
Minta Rp 3 M, Dikasih Rp 500 Juta
TANJUNG REDEB- Komisi II DPRD Kaltim menyayangkan sikap pemerintah provinsi yang tidak begitu peduli terhadap potensi wisata yang ada di daerah pesisir. Padahal, potensi wisata di daerah pesisir diakui mempunyai daya tarik.
“Pemerintah provinsi maupun dinas pariwisata provinsi masih terlalu fokus dengan obyek wisata di tengah. Padahal di daerah pesisir jauh lebih bagus, tapi provinsi tak mengoptimalkan ” kata Rusman Yakub, Ketua Komisi II DPRD Kaltim di sela-sela pertemuan dengan pejabat Pemkab Berau, Kamis (18/11) malam.
Dirinya yakin jika potensi wisata di daerah pesisir seperti obyek wisata bahari Berau lebih dimaksimalkan, itu akan mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat, terutama masyarakat pesisir.
Tak hanya itu, dia pun yakin pendapatan asli daerah bisa terdongkrak dengan memaksimalkan potensi wisata yang ada di daerah pesisir.
Legislator Partai Persatuan Pembangunan ini menambahkan, promosi potensi wisata yang ada di daerah pesisir pun masih terbilang kurang. Sehingga potensi wisata di daerah pesisir masih belum terekspos, baik secara nasional maupun internasional.
Seharusnya, kata dia, bukan hanya kabupaten/kota saja yang mengekspos potensi wisatanya. Namun pemerintah provinsi pun harus terlibat. Pemerintah provinsi, kata dia, jangan hanya mengandalkan wisata budaya. “Kalau perlu orientasi kepariwisataan diubah. Pemerintah provinsi harus lebih menonjolkan potensi wisata di daerah pesisir,” ujarnya.
Rusman juga mengatakan, sudah saatnya Kaltim memiliki paket wisata terpadu dan terintegrasi. Dengan begitu, wisatawan yang akan menikmati obyek wisata di Kaltim tidak merasa bingung.
Setelah mengunjungi obyek-obyek wisata di daerah pedalaman atau di daerah tengah, lanjut Usman, wisatawan mempunyai petunjuk kemana selanjutnya akan pergi. “Kalau sekarang ‘kan tidak. Kita belum punya paket wisata yang terpadu dan terintegrasi,” ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau Rusdiani mengatakan, bantuan provinsi saat ini memang terbilang kurang. Tahun ini saja pihaknya hanya menerima bantuan Rp 500 juta. Padahal Berau mengusulkan anggaran ke provinsi sekira Rp 3 miliar untuk pengembangan obyek wisata.
“Karena bantuan yang minim akhirnya pengembangan wisata di Berau tidak berkelanjutan,” ujarnya. (end/kaltimpost.co.id/20/11/2010)




