Oknum Wartawan Teror PNS Lewat SMS
CIMAHI, KOMPAS.com - Para pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemkot Cimahi, Jabar, dibuat resah dengan adanya SMS (pesan pendek) berupa teror yang dilakukan oknum yang mengaku wartawan, oleh karena itu Pemkot Cimahi tengah mencari tahu pelaku pembuat terror tersebut.
"Jika SMS tersebut pun telah mengarah pada tindakan pemerasan dan ancaman lainnya, Pemkot Cimahi akan langsung membawa kasus tersebut kepada aparat kepolisian, agar diselesaikan secara hukum," kata Kabag Humas dan Protokol Pemkot Cimahi, Harjono, di Cimahi, Rabu (24/11/2010).
Dikatakannya, sejak seminggu terakhir ini sejumlah pejabat memperoleh pesan singkat bernada sangat tak mengenakan, seperti fitnah dan teror lainnya.
Sampai saat ini, pelaku teror tersebut belum diketahui identitas jelasnya. Pasalnya, pesan singkat tersebut, datang dari nomor ponsel yang sama sekali tak dikenal.
Hanya saja, kata Harjono, pesan singkat dikirim oleh oknum yang mengaku berasal dari institusi yang menamakan diri mereka sebagai Komite wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) dan dari sebuah LSM Gebrag.
"Tanpa sebab yang jelas, teror meluncur dalam bentuk pesan singkat yang diterima oleh banyak pejabat SKPD. Awalnya, isi pesan singkatnya meminta kerjasama kepada pemkot dan memohon partisipasi. Namun, setelah tak ditanggapi karena memang tak ada kejelasan siapa dan apa maksud isi pesan itu, kemudian banyak pesan singkat dengan nada tak mengenakan, bahkan cenderung bernada ancaman kepada sejumlah pejabat SKPD," ujar Harjono.
Ia menyebutkan, sms tersebut di antaranya diterima oleh Sekda, Disdik, Asisten III, Dispenda, Bagian Keuangan, Bagian Aset dan bagian umum.
Harjono memastikan, pihaknya tak mengetahui siapa pengirim sms tersebut juga tak mengenal nomor pengirim.
"Memang sms itu tidak penting. Tapi, sms itu cukup menganggu. Makanya, kita ingin masalah teror ini segera diselesaikan. Bahkan bukan tidak mungkin kalau kita akan membawanya ke jalur hukum," tandasnya.
Lebih lanjut ia menegaskan, akan mencari siapa dalang dari tindakan teror tersebut dan menyerahkan kasus ini pada pihak kepolisian.
"Bisa saja kami laporkan, jika yang bersangkutan telah mencoba melakukan pemerasan," tandasnya.
Si peneror lewat sms sempat diajak bertemu pejabat SKPD agar datang ke Pemkot Cimahi. Namun, ditunggu sampai pukul 14.00 WIB oknum yang mengaku wartawan tersebut tidak datang. (kompas.com/24/11/2010)




