TPP Pegawai Tak Mungkin Naik
TARAKAN - Sekretaris Kota Tarakan H Badrun mengatakan, anggaran yang disiapkan pemerintah melalui APBD 2011 untuk belanja pegawai, khususnya Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) masih tetap konstan. Yaitu berkisar Rp 1,4 miliar.
Dengan demikian, dapat dipastikan TPP yang akan diterima pegawai tahun ini tidak akan mengalami peningkatan, namun bisa menurun. “TPP ini tentu mengikuti kemampuan anggaran dan perubahan-perubahan yang terkait dengan kebijakan perubahan anggaran,” kata Badrun kepada Radar Tarakan (grup Kaltim Post),kemarin.
Konkritnya, tim terus akan melaksanakan perhitungan-perhitungan, terkait pemberian TPP tahun ini. “Paling tidak konstanlah, naik kelihatannya tidak mungkin,” tandasnya.
Dijelaskan Badrun, pemberian TPP untuk PNS ini, bukan untuk menguntungkan atau merugikan pegawai negeri sipil, namun sebagai bentuk kepatuhan pada permendagri. Dalam permendagri disebutkan tidak boleh lagi ada penerimaan pegawai dengan pola honor dan sebagainya.
Disamping patuh aturan, pemberian TPP ini juga dalam rangka melaksanakan langkah-langkah efisiensi. Karena hanya pegawai yang rajin saja yang menerima utuh plafon anggaran TPP tersebut. “Terus terang uang potongan yang kembali ke kas daerah itu prosentasenya tinggi,” cetus Badrun.
Dia tak menyebutkan angka nominal hasil pemotongan TPP pegawai yang malas. Dia hanya memastikan, uang TPP yang dipotong tersebut akan kembali ke kas daerah. “Kita memanfaatkan TPP ini untuk membangun disiplin pegawai,” tandasnya.
Masih dikatakan Badrun, pemberian TPP ini perhitungannya masih berdasarkan daftar hadir dan tingkat kinerja pegawai. Sehingga satu orang PNS tidak dibandrol sebulan menerima TPP dalam jumlah yang sama. (ddq/kpnn/kaltimpost.co.id/04/01/2011)




