Bonus Peraih Emas Rp 20 Juta
Atlet Berprestasi Berpeluang Diangkat Jadi PNS
HARUMKAN NAMA DAERAH: Bupati Rita Widyasari menyerahkan bonus kepada masing-masing perwakilan atlet peraih medali emas, perak, dan perunggu.
TENGGARONG - Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kukar memenuhi janjinya memberikan tali asih atau bonus kepada atlet Kukar yang berprestasi meraih medali pada Pekan Olahraga Provinsi (Poprov) Kaltim IV di Bontang 2010 lalu. Penyerahan itu dilakukan secara simbolis oleh Bupati Kukar Rita Widyasari kepada masing-masing perwakilan atlet putra/putri, pelatih dan ofisial di Pendopo Bupati Odah Etam Tenggarong, Jumat (28/1) malam lalu.
Acara tersebut terbilang meriah karena dihadiri semua atlet, pelatih dan ofisial yang memperkuat kontingen Kukar pada Porprov di Bontang. Selain itu juga ditampilkannya tari Hentak Mahakam dan tari Belian, binaan Seni Budaya Kumala (SBK) Tenggarong di bawah asuhan pelatih, H Sahliansyah membuat acara ini semakin meriah.
Dalam sambutannya, Rita Widyasari mengatakan, tidak terasa sudah 1 bulan lebih Porprov IV yang dimulai dari 11-19 Desember 2010 telah berlalu. Dan kontingen Kukar keluar sebagai juara umum untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Sebagai bentuk penghargaan dan ucapan terima kasih pemerintah daerah dan seluruh masyarakat, kepada para atlet atas prestasi dan kerja keras yang telah dicapai sehingga kembali membawa nama harum Kukar menjuarai event empat tahunan tersebut.
"Pada malam ini adalah puncak kegembiran bagi atlet perorangan maupun beregu peraih emas, perak dan perunggu, yakni menerima tali asih atau bonus dari pemerintah," ujar Rita.
Kemenangan ini, sebut Rita, jangan membuat kita terlena dan sombong, sebab perjuangan belum selesai masih banyak kejuaraan-kejuaraan yang menunggu adik-adik sekalin. Di antaranya Pra-PON, Kejurnas dan lain sebagainya. Dalam setiap kejuaraan para atlet, tidak dapat mencapai prestasi tanpa berlatih yang keras dan sungguh-sungguh dengan disertai jiwa dan tubuh yang sehat.
"Saya minta KONI untuk segera mendata atau mencatat nama-nama atlet yang berprestasi supaya pemerintah mudah untuk diproritaskan menjadi T3D atau sekarang disebut Tenaga Harian Lepas (THL) dan selanjutnya diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS)," pinta Bupati yang akrab disapa Bunda Rita ini, di hadapan ratusan atlet yang memenuhi Pendopo Odah Etam.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Koni Kukar Abdul Rasyid mengaku sangat berbahagia kepada atlet peraih medai emas, perak, dan perunggu karena akan diberikan bonus atas jerih payahnya selama ini. Besaran bonus untuk atlet peraih medali dibagi berdasarkan 3 kriteria yakni atlet perorangan, beregu 2-4 orang, serta beregu di atas 4 orang. Misalnya, peraih emas perorangan bonusnya Rp 20 juta, beregu 2-4 orang 12 juta per orang (selengkapnya lihat grafis).
Jumlah bonus yang diberikan kali ini mengalami kenaikan jika dibandingkan bonus pada Porprov III 2006 lalu, yakni peraih emas diberi Rp 15 juta, perak Rp10 juta, dan perunggu Rp 5 juta. “Pemberian bonus ini adalah bentuk penghargaan dari pengurus KONI, dan besarannya disesuaikan dengan anggaran yang tersedia. Begitu dananya tersedia, langsung kami bagikan bonusnya, untuk apa ditunda-tunda. Selain atlet, pelatih, ofisial, dan manajer tim juga ikut kecipratan bonus,” jelasnya.
Untuk pelatih, dibayarkan 100 persen dari nilai medali/bonus tertinggi yang diperoleh atlet. Sedangkan untuk ofisial, dibayarkan sebesar Rp 2,6 juta per orang, sementara bagi manajer mendapatkan bonus Rp 5,3 juta per orang. (hmp05/kaltimpost.co.id/01/02/2011)




