Rita Marah, SKPD Kurang Pedulikan Penas KTNA
Jembatan Kartanegara Bergeser dan Jalur 2 terancam Putus
TENGGARONG. Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) terus berkutat mempersiapkan pelaksanaan Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) 2011. Karena kegiatan akbar bakal dibuka Presiden SBY, 18 Juni nanti dan ditutup Wakil Presiden (Wapres) Boediono, 23 Juni.
Tapi saat Bupati Kukar Rita Widyasari melakukan peninjauan ke lokasi kegiatan di Tenggarong Seberang, Jumat (11/2) lalu, terungkap sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), tidak begitu peduli.
"Kenapa ada SKPD tidak peduli dalam mendukung suksesnya pelaksanaan Penas ini? Tadi saya lihat, beberapa lokasi yang diserahkan ke sejumlah SKPD, kondisinya masih robot (penuh rumput belukar, Red) begitu? SKPD yang belum melakukan kegiatan di lapangan, supaya ikut peduli," cetus Rita ketika meninjau lokasi demplot atau lokasi percontohan pengembangan sejumlah tanaman pangan, seperti padi sawah sampai pembibitan ikan air tawar, bersama sejumlah pejabat teras Pemkab Kukar.
Rita juga mendapat penjelasan beberapa pihak terkait, mengenai persiapan maupun langkah sudah dilakukan, sampai masalah-masalah dihadapi dalam membuat demplot pertanian dan perikanan di bilangan Desa Perjiwa, Kecamatan Tenggarong Seberang.
Menurut Fajri Tridalaksana selaku koordinator persiapan Penas KTNA di lapangan, pihaknya kesulitan lantaran utusan SKPD tak bisa mengambil keputusan.
"Tidak banyak kepala SKPD yang turun ke lapangan. Mereka hanya mengirimkan staf yang tak bisa langsung mengambil keputusan. Maka begitu ada masalah di lapangan, kami harus menunggu hasil koordinasi staf tersebut dengan pimpinan. Selain itu masalah pendanaan juga menjadi kendala kami," kata Fajri.
Selain persiapan demplot, masalah penting lainnya seputar persiapan Penas KTNA itu, adalah mengenai daya tampung Stadion Madya Tenggarong Seberang yang diperhitungkan tak dapat menampung sebanyak 30 ribu peserta. Karuan panitia, khususnya seksi upacara harus berpikir keras dalam menyiasati keterbatasan daya tampung stadion tersebut.
"Kursi tribun kiri maupun kanan tidak cukup menampung petani dan nelayan saat acara pembukaan nanti. Makanya kami berencana mendirikan tenda di bagian stadion yang berhadapan dengan panggung kehormatan. Tapi apakah ini tidak mengganggu, termasuk soal keamanan Pak Presiden SBY? Makanya kami perlu pemikiran pihak lainnya soal ini," ungkap Kabag Humas dan Protokol Setkab Kukar, Sri Wahyuni yang menjadi penanggungjawab masalah tersebut.
Masih erat kaitannya dengan persiapan pelaksanaan Penas KTNA, Bupati Rita meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, melakukan pemeriksaan terhadap kondisi Jembatan Kartanegara Tenggarong. Pasalnya Rita mendapat informasi dari pekerja pemasangan lampu di jembatan penghubung Tenggarong dengan Tenggarong Seberang ini, terjadi pergeseran.
"Saya minta Pak Didi (Kepala Dinas PU Kukar Didi Ramyadi, Red) supaya memeriksa kondisi jembatan yang katanya terjadi pergeseran beberapa Centimeter. Karena selama kegiatan KTNA nanti, tentu ribuan kendaraan bakal lalu-lalang di atas jembatan tersebut. Saya juga minta PU segera menangani kerusakan jalan di jalur 2 Tenggarong Seberang. Kan sekarang kondisi jalan di situ terancam putus," kata Rita. (idn/kaltimpost.co.id/14/02/2011)




