“Jadikan Nabi Muhammad SAW sebagai Teladan”
Wakil Bupati Kutai Timur H Ardiansyah Sulaiman mengajak seluruh pegawai lingkup pemerintah Kabupaten Kutuim, agar selalu menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Termasuk saat melaksanakan tugas pokok dan fungsi dalam bekerja.
AJAKAN tersebut disampaikan Wabup Ardiansyah dalam sambutannya saat menghadiri acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di ruang Meranti Kantor Bupati Kutim kompleks perkantoram Bukit Pelangi, Rabu (9/3) kemarin.
“Nabi Muhammad SAW adalak tokoh yang dapat dijadikan contoh dan teladan saat menjadi abdi negara dan abdi masyarakat,” kata Ardiansyah.
Sosok Nabi Muhammad SAW yang dimuliakan umat Islam tersebut telah memberikan contoh terbaik bagi umatnya. Dijelaskan lebih jauh, beberapa alasan mengapa Nabi Muhammad SAW dapat dijadikan contoh terbaik bagi seluruh umat manusia. Diantaranya bagaimana Nabi Muhammad saat menjadi suami yang baik bagi isterinya, sebagai bapak dari anak-anaknya, sebagai kepala negara yang madani serta sebagai seorang dai pembawa risalah. Kemudian dari kepemimpinan Nabi Muhammad SAW yang dapat diambil contoh yaitu saat Rasulullah menjadi pedagang yang jujur dengan keuntungan yang berlipat serta bererilaku mulia.
Ardiansyah mengakui menjadi aparat negara dan masyarakat tentu banyak beban dan godaannya akan tetapi jika kita selalu menjadikan kemuliaan Nabi Muhammad SAW sebagai contoh untuk selanjutnya diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari maka hal yang tidak baik akan menjauh.
“Artinya tupoksi kita adalah mengabdi kepada negara dan masyarakat, seperti Rasulullah yang mengabdi kepada negara dan sang pencipta, ternyata banyak beban, amanah dan godaan. Tetapi jangan sampai hal tersebut menyelimuti diri kita sehingga tupoksi tidak berjalan sebagaimana mestinya,” jelasnya.
Wakil Bupati juga mengimbau kepada seluruh pegawai di daerah ini agar selalu mengingatkan antara yang satu dengan yang lainnya sehingga tidak terjerumus ke dalam hal yang negativ termasuk masalah keluarga seperti kekersaan dalam rumah tangga (KDRT). Karena, hingga hari ini ada saja laporan tentang seputar masalah keluarga. Dia juga menegaskan tidak menginginkan hal tersebut terulang kembali, caranya dengan saling menghormati dan mengingatkan satu dengan yang lain.
Sedangkan Prof DR Hj Siti Muriah yang menyampaikan tausiyah maulid, memaparkan sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW hingga dirinya memimpin umat dengan akhlaq yang mulia.
“Jika ingin mencontoh Nabi Muhammad SAW maka pelajarilah Alquran, karena Alquran adalah akhlak Nabi Muhammad SAW,” kata Siti Muriah.
Selain itu Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIS) Kutim ini juga banyak menjelaskan tetang kemuliaan wanita dan bagaimana kaum pria sebaiknya memuliakan kaum hawa. Dikatakannya, sesuai ajaran Islam tidak ada laki-laki yang mulia kecuali dia benar-benar memuliakan wanita dan tidak ada lelaki yang menghina perempuan kecuali dia adalah lelaki yang hina.
“Jangan menuntut suami d iluar kesanggupannya atau melebihi kemampuannya. Ingat, ada tiga pilar agar keluarga bahagia yakni ada seorang isteri yang salehah, selalu pandai bersyukur, serta berbuat baik dan beramal saleh,” tambah Muriah. (kmf4/san/kaltimpost.co.id/10/03/2011)




