Seleksi CPNS Terindikasi Curang
JAKARTA. Kecurangan yang terjadi di daerah-daerah saat seleksi pengadaan CPNS 2010, mengharuskan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB) mengambil langkah tegas. Direncanakan, semua pihak yang terkait indikasi kecurangan tersebut, akan dipanggil dalam waktu dekat ini untuk dimintai klarifikasinya.
"Kami akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan rekrutmen CPNS beberapa waktu lalu, yang hingga kini masih menimbulkan polemik. Yang satu menyatakan ada permainan, sedangkan lainnya mengatakan tidak ada permainan," ungkap Deputi SDM Bidang Aparatur Kemenpan dan RB, Ramli Naibaho, Sabtu (23/4).
Kecurangan tersebut, menurut Ramli, ikut diperkuat dengan temuan Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Di mana ada indikasi kecurangan dalam prosedur pengadaan CPNS itu, sebut saja (dengan) tidak adanya koordinasi dengan rektor dan gubernur. Dia mencontohkan polemik yang terjadi di Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar), di mana masing-masing pihak melakukan pembelaan dan mengklaim benar.
"Ada laporan yang tidak ditandatangani, sementara dari pihak Kubu Raya mengatakan hanya satu. Kemudian, pengakuan tidak ada permainan, dan sebagainya," ujarnya.
Karena itu, lanjut Ramli, Kemenpan dan RB akan membahas persoalan ini, dengan memanggil semua pihak terkait, seperti Bupati Kubu Raya, BKN dan tim verifikasi, untuk didengar pendapatnya. Termasuk juga dari Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri).
Jika dalam hasil evaluasi terbukti ada pelanggaran dan permainan uang, Kemenpan dan RB menurut Ramli pula, akan mendorong kasus ini untuk dilaporkan pada kepolisian. "Ini menyangkut 236 orang. Jadi, harus hati-hati dalam memutuskan masalah ini," tegasnya. (esy/jpnn/sapos.co.id/24/04/2011)




