Insentif Hanya Rp 50.000
MASIH MINIM: Bukannya naik, insentif guru TK/TPA di Balikpapan malah turun dari tahun lalu menjadi Rp 50.000 per bulan. (gusti ambri/kp)
PROFESI tenaga pendidik taman pendidikan alquran (TPA) masih dianggap sebelah mata. Faktanya, 1.994 guru TK/TPA se-Balikpapan hanya menerima intensif Rp 50 ribu per bulan.
“Memang besarnya tahun ini segitu (Rp 50 ribu, Red). Saya juga kaget mengetahuinya,” ungkapnya kepada Kaltim Post kemarin. Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan guru, kata dia, perlu perhatian khusus bagi pengajar. Termasuk guru TK/TPA. Mestinya, lanjut dia, harus merata, baik formal maupun guru TPA. “Kita akan berusaha mencarikan solusi dari semua ini. Kami akan tindaklanjuti dengan melakukan pendekatan terhadap eksekutif dan legislatif,” lanjutnya.
Berdasarkan data yang dihimpun harian ini, 20 persen dari APBD tahun ini sebesar Rp 1,7 triliun, disisihkan untuk sektor pendidikan. Alokasi untuk guru TPA sebesar Rp 1,3 miliar, dengan intensif per orang Rp 50 ribu per bulan. Ini menurun jika melihat tahun lalu dianggarkan Rp 1,8 miliar dengan intensif Rp 78 ribu per bulan.
Saifi menjelaskan, untuk wilayah Kaltim, Balikpapan cukup minim. Daerah lain, bahkan sudah mencapai kisaran Rp 250-350 ribu per bulan. “Sebaiknya ‘kan standar UMR,” ungkapnya. Alasannya, terang dia, melihat peran guru TK/TPA ini sangat penting. Bagaimana tidak, dalam mewujudkan Madinatul Iman di Kota Minyak, perlu peran agama didalamnya.
Dirut Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-kanak Alquran (LPPTKA) Balikpapan Akhmari Siddiq menjelaskan, dana intensif yang diberikan mengalami penurunan dari tahun lalu. “Alasannya saya kurang tahu, kenapa bisa turun. Dari Rp 78 ribu menjadi Rp 50 ribu,” terangnya.
Akan tetapi, lanjut dia, pihaknya berterima kasih atas pemberian insentif guru tersebut. Namun pihaknya berusaha mencari dana alternatif lainnya. “Kalau di sekolah umum cukup tinggi. Kalau kami Rp 600 ribu setahun. Alternatif kami dari iuran santri Rp 10 ribu per bulan. Kalau ditotal sekitar Rp 100 -200 ribu per bulan bagi pengajar,” urainya. (*/lim/lhl/kaltimpost.co.id/25/04/2011)




