Kesejahteraan Guru Dipertimbangkan
Hari Pendidikan Datang
HARI Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati Senin (2/5) kemarin masih meninggalkan cerita baik dan buruk bagi dunia pendidikan.
Khusus Balikpapan, kabar baiknya program pendidikan wajib 12 tahun sudah berjalan dan membawa prestasi gemilang. Sementara nasib insentif guru Taman Pendidikan Alquran (TPA), masih jauh dari harapan.
Wali Kota Balikpapan Imdaad Hamid memberikan tanggapannya mengenai hal ini.
Menurutnya, program wajib belajar selama 12 tahun adalah hal yang harus terus dijalankan. Utamanya, memperkuatnya menjadi Peraturan Daerah. Program ini melampauai target pendidikan nasional yang hanya wajib belajar sembilan tahun.
“Pendidikan kita sudah cukup baik. Perda pendidikan belum sampai ke sana, tapi programnya (12 tahun) sudah dijalankan,” sebut Imdaad.
Program nasional, disebutkan Imdaad, diperkirakan baru tahun depan. Namun Imdaad bangga karena Balikpapan sudah menjalankannya. “Soal Perda kenapa harus tetap ada, tujuannya lebih ke persoalan pembiayaan,” ujarnya.
INSENTIF DISESUAIKAN
Pernah diwartakan soal 1.994 guru TK/TPA se-Balikpapan yang hanya menerima intensif Rp 55 ribu per bulan, Imdaad menjawab bahwa tunjangan guru agama itu bukan karena terpinggirkan. Akan tetapi, insentif ini disesuaikan dengan sektor keuangan. “Daerah lain memang insentifnya tinggi, tapi penduduknya lebih banyak kita. Sehingga besarannya disesuaikan dengan kapasitas keuangan. Saya kira memang ini sudah layak diubah. Tapi diubah oleh wali kota baru,” harapnya.
Peringatan Hardiknas di Lapangan Merdeka kemarin juga diisi hiburan penampilan tarian kolosal dari siswa dan siswi SMP 7, serta atraksi marching band gabungan Gita Bahana Balikpapan. (*/lim/adm/kaltimpost.co.id/03/05/2011)




