Usulkan Remunerasi
Pertemuan Bupati dengan Para Dokter Spesialis
TANJUNG REDEB - Sebanyak 13 dokter spesialis yang bertugas di RSUD Abdul Rivai Tanjung Redeb - Berau, kemarin bertemu dengan Bupati Makmur HAPK. Yang dibahas, selain soal pelayanan juga menyoroti kekesejahteraan yang diterima para dokter spesialis tersebut. Bupati berjanji akan membahas dengan serius, apa yang menjadi usulan para dokter tersebut.
Dalam pertemuan di ruang kerja bupati itu, para dokter dipimpin Munir Naim, direktur RSUD Abdul Rivai. Juga hadir Kepala Bappeda Syamsul Abidin, Asisten III Bachrudin dan beberapa pejabat pemkab.
Dalam pembicaraan itu, Munir menyampaikan aspirasi para dokter spesialis, diantaranya soal kesejahteraan yang diberikan berkaitan dengan tugasnya sehari-hari dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ada usulan untuk melakukan remunerasi, namun usulan ini masih harus dibahas apakah memungkinkan diberikan perbaikan pendapatan dengan sistem remunerasi.
“Kita akan bahas bersama, apakah konsep itu memiliki peluang secara hukum,” kata Makmur. Prinsipnya, Pemkab ingin memberikan yang terbaik bagi para dokter spesialis maupun dokter umum dalam melaksanakan tugasnya.
Selain remunerasi, ada juga gagasan untuk memberikan tunjangan khusus yang merupakan kompensasi dar kelangkaan profesi yang memang melekat dalam diri dokter spesialis. ”Apapun alasannya ataupun sistemnya, kita akan mengupayakan untuk memberikan porsi perhatian penuh,” tambahnya.
Kepala Bappeda Syamsul Abidin memberikan gambaran, perlu kelengkapan perangkat hukum baik dalam bentuk Peraturan daerah (Perda) maupun perangkat lainnya. Namun, yang lebih membuka peluang untuk meningkatkan kesejateraan para dokter spesialis ataupun perbaikan penghasilan juga dibutuhkan lembaga.
”Kalau RSUD Abdul Rivai sudah menjalankan fungsi sebagai Badan Layanan Umum Daerah, tak ada persoalan dengan apa yang menjadi harapan dokter dan manajemen rumah sakit,” kata Syamsul.
Khusus kendaraan yang mendukung operasional para dokter tersebut, Makmur juga menegaskan, tahun ini sudah menyediakan 9 unit mobil yang akan digunakan para dokter dalam menjalankan tugasnya. ”Setelah proses lelang, kendaraan langsung diserahkan,” kata makmur. Termasuk kekurangan 5 unit, untuk dokter yang baru bertugas, juga akan segera diberikan dukungan kendaraan.
Yang penting sekarang, untuk harapan dokter, Pemkab akan segera memikirkan dan mencarikan jawabannya. Namun, Pemkab juga berharap, agar perbaikan pelayanan kepada masyarakat, juga menjadi perhatian utama. ”Jangan karena persoalan kesejahteraan, kinerja para dokter menjadi rendah,” tegasnya. (hms2/eff/kaltimpost.co.id/04/05/2011)




