Ratusan Guru dan Tenaga TU Resah
Akibat Disdik Terlambat Cairkan TPK
TANAH GROGOT-Ratusan tenaga pendidik (guru) dan tenaga kependidikan (TU) di Kabupaten Paser resah. Ini bersumber dari keterlambatan pencairan Tunjangan Prestasi Kerja (TPK) oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Paser.
“Seharusnya awal bulan April 2011 lalu, dana tunjangan prestasi kerja itu sudah dicairkan oleh Dinas Pendidikan. Tapi hingga bulan Mei ini masih belum ada tanda-tandanya. Karena itulah, kami semua dalam keaadan resah,” ungkap salah seorang tenaga pendidik yang minta identitasnya tak ditulis dalam pemberitaan.
Menurutnya, dana tunjangan prestasi kerja yang nilanya Rp 1,8 juta atau Rp 600 ribu perbulan itu sangat diharapkan bisa segera diterima untuk menutupi semua keperluan yang selama ini sudah dikeluarkan.
“Kami tak bisa membayangkan jika dana tunjangan itu belum juga cair dalam bulan ini. Sementara, hutang kami sudah harus dilunasi. Karena itu, kami sangat berharap kepada Kepala Dinas Pendidikan Paser agar segera menindaklanjuti keluhan kami ini,” harapnya.
Terhadap keluhan bernada harapan dari ratusan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan itu, Kepala Dinas Pendidikan PaserDrs H Shafruddin MAPbelum bisa dimintai tanggapan, karena sedang tugas ke luar kota.
Sedang Kepala Seksi Kurikulum SD dan MI pada Dinas Pendidikan Paser Ema Hermani yang berusaha ditemui di kantornya sedang tugas luar meninjau pelaksanaan ujian SD/ MI.
“Maaf, saya tidak bisa memberikan tanggapan soal itu, sebab hal itu menjadi kewengan kepala dinas. Beliau sudah tahu persoalannya, sebab beberapa hari lalu sudah saya sampaikan. Jadi sebaiknya, Bapak langsung saja ketemu kepala dinas,” ungkap Ema Hermani saat dihubungi melalui telepon selulernya. (hh/lhl)
Akibat Disdik Terlambat Cairkan TPK
Bagi berita/artikel ini kepada rekan atau kerabat lewat Facebook
TANAH GROGOT-Ratusan tenaga pendidik (guru) dan tenaga kependidikan (TU) di Kabupaten Paser resah. Ini bersumber dari keterlambatan pencairan Tunjangan Prestasi Kerja (TPK) oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Paser.
“Seharusnya awal bulan April 2011 lalu, dana tunjangan prestasi kerja itu sudah dicairkan oleh Dinas Pendidikan. Tapi hingga bulan Mei ini masih belum ada tanda-tandanya. Karena itulah, kami semua dalam keaadan resah,” ungkap salah seorang tenaga pendidik yang minta identitasnya tak ditulis dalam pemberitaan.
Menurutnya, dana tunjangan prestasi kerja yang nilanya Rp 1,8 juta atau Rp 600 ribu perbulan itu sangat diharapkan bisa segera diterima untuk menutupi semua keperluan yang selama ini sudah dikeluarkan.
“Kami tak bisa membayangkan jika dana tunjangan itu belum juga cair dalam bulan ini. Sementara, hutang kami sudah harus dilunasi. Karena itu, kami sangat berharap kepada Kepala Dinas Pendidikan Paser agar segera menindaklanjuti keluhan kami ini,” harapnya.
Terhadap keluhan bernada harapan dari ratusan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan itu, Kepala Dinas Pendidikan PaserDrs H Shafruddin MAPbelum bisa dimintai tanggapan, karena sedang tugas ke luar kota.
Sedang Kepala Seksi Kurikulum SD dan MI pada Dinas Pendidikan Paser Ema Hermani yang berusaha ditemui di kantornya sedang tugas luar meninjau pelaksanaan ujian SD/ MI.
“Maaf, saya tidak bisa memberikan tanggapan soal itu, sebab hal itu menjadi kewengan kepala dinas. Beliau sudah tahu persoalannya, sebab beberapa hari lalu sudah saya sampaikan. Jadi sebaiknya, Bapak langsung saja ketemu kepala dinas,” ungkap Ema Hermani saat dihubungi melalui telepon selulernya. (hh/lhl/kaltimpost.co.id/12/05/2011)




