PNS Nyambi Jadi Petani
IMAN, salah satu pegawai negeri sipil (PNS) di Penajam Paser Utara yang ulet. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, ia tidak semata-mata mengandalkan gaji dari pengabdiannya sebagai staf Tata Usaha (TU) di sebuah SD, Kecamatan Babulu. Iman mengatakan, saat hari libur dimanfaatkannya untuk bercocok tanam padi pada hamparan sawah yang dimilikinya di Labangka Barat, Babulu.
Dikatakannya, hasil padinya tahun ini ada cukup baik. Ia bertani dibantu anggota keluarga dan tetangga yang dibayar sesuai kesepakatan. “Alhamdulillah, tahun ini hasil sawah saya cukup berhasil, dan ini sangat menopang untuk tambahan penghasilan keluarga saya,” ucap Iman yang mengaku punya anak satu itu kemarin (29/5).
Sementara ditanya apakah tidak mengganggu aktivitas rutinnya selaku PNS, Iman mengatakan, tidak. Karena ia berusaha memanfaatkan waktu dengan baik. Ia tahu kapan harus bekerja sebagai pegawai di jajaran pemerintahan daerah, dan kapan meluangkan waktunya menjadi petani. “Pulang kerja sebagai TU di sekolah saya menggarap sawah, dan tugas saya tetap berjalan dengan baik-baik saja,” paparnya.
Dengan keuletan tersebut, sehingga sawah yang ia kelola seluas 2 hektare itu mampu menghasilkan padi 3 hingga 4 ton per hektare. ”Hasil padi saya, kalau saya nilai berasnya cukup bagus, bahkan bisa dikatakan beras ini termasuk beras yang berkualitas kristal, ” ujarnya.
Ditanya kendalanya yang rata-rata dihadapi petani, Iman mengatakan, kendala yang dihadapi adalah masalah pemasaran. Dirinya mengharapkan kepada pemerintah, agar membatu dalam memasarkan beras petani terutama hasil padi yang berkualitas dengan membangun semacam pasar induk, dan dengan harga yang stabil. (ari/hms7/fir/kaltimpos.co.id/30/05/2011)




