PNS Bisa Pakai Jamkesda
PENAJAM - Pagu anggaran yang disiapkan Pemkab Penajam Paser Utara untuk membiayai program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) tahun ini naik, dari Rp 15 miliar pada 2010 menjadi Rp 20 miliar. Penambahan ini untuk membayar klaim biaya rumah sakit pegawai negeri yang selama ini sudah memegang kartu Askes.
Namun, yang dibayar hanya selisih dari tanggungan Akses. Misalnya klaim yang diajukan rumah sakit Rp 1 juta, sementara tanggungan Askes Rp 800 ribu, maka yang Rp 200 ribu ditutupi oleh Jamkesda. “Sejak Januari hingga Maret, cukup banyak pegawai yang memanfaatkannya. Dan ini akan terus kita sosialisasikan,” jelas Kepala Seksi Jamkesmas Dinas Kesehatan PPU dr Grace Makisurat.
Selama ini, Jamkesda hanya dinikmati masyarakat yang belum memiliki tanggungan jaminan kesehatan, baik dari perusahaan maupun asuransi. Dengan program ini, mereka bisa berobat ke Puskesmas atau rumah sakit dengan biaya pemerintah, sesuai limit yang sudah ditentukan.
Awalnya, Jamkseda yang berlaku sejak 2007 lalu, hanya meliputi pelayanan dasar di Puskesmas dan RSU Penajam. Kemudian fasilitasnya ditingkatkan menjadi rujukan ke rumah sakit di Balikpapan mulai 2009. Ada 4 rumah sakit yang jadi tepat rujukan, yakni RS Kanujoso Djatiwibowo, RS Restu Ibu, RS Dr Sardjito (RS Tentara), dan Siloam Hospital. “Ada kemungkinan degan RS Pertamina juga. Sekarang sedang kita jajaki,” terang Grace.
Untuk nilai tanggungan, menurut Grace, disesuaikan dengan layanan kelas III. Namun jika dalam kondisi mendesak, misalnya ruangan penuh, pasien bisa dialihkan ke kelas II. Obat pun demikian, harga masih bisa disesuaikan andai masih masuk dalam hitungan logis. “Yang pasti, seluruh biaya akan diganti selama sesuai limit tanggungan. Tidak ada sistem paket,” tegas Grace.
Dijelaskan Grace, dari seluruh mata anggaran Jamkesda, tanggungan terbesar tersedot untuk membayar obat, angkanya mencapai 60 persen. Sisanya terbagi di biaya operasional dan rawat inap atau rawat jalan. “Sejauh ini program Jamkesda sangat membantu. Apalagi penggunanya banyak dari masyarakat miskin. Setiap tahun kita upayakan aggarannya meningkat, sehingga makin banyak warga yang bisa dilayani,” ujarnya. (ind/lhl/kaltimpost.co.id/31/05/2011)




