Asisten III Lantik 4 Petinggi Mook Manaar Bulatn
Bupati: Kampung Harus Miliki Database
SENDAWAR - Petinggi harus tanggap serta mampu memanfaatkan dan menciptakan peluang di bidang ekonomi produktif bagi warganya, sambil terus berupaya meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia (SDM). Petinggi adalah ujung tombak pembangunan kampung, sehingga petinggi memiliki kapasitas untuk menjadikan kampungnya sebagai basis pertumbuhan di berbagai bidang pembangunan.
Hal tersebut dikatakan Bupati Kubar Ismail Thomas SH MSi dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten III Administrasi Umum Setkab Kubar Drs Abed Nego MM pada acara pelantikan 4 petinggi Kampung Karangan, Sakaq Lotoq, Gunung Rampah, dan Kampung Gadur di lapangan Bola Kampung Karangan, Kecamatan Mook Manaar Bulatn, Selasa (5/7).
Keempat petinggi itu akan menjabat selama enam tahun. Petinggi Kampung Karangan dijabat Yuli Hartono, Petinggi Sakaq Lotoq dijabat Sinarsyah, Petinggi Gunung Rampah dijabat Chainudin , dan petinggi kampung Gadur dijabat Mulyadi. Hadir dalam acara pelantikan itu perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, kepala Dinas Pendidikan, dan camat Mook Manaar Bulatn.
Bupati berpesan kepada petinggi yang dilantik agar dapat mengembangkan bidang ekonomi kerakyatan berbasis kampung serta mampu merespons secara positif berbagai kegiatan pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah dan swasta, baik di kampung sendiri, di tingkat kecamatan, maupun di tingkat kabupaten.
“Hal pertama yang dibutuhkan adalah database tentang potensi dan peluang usaha serta SDM di tiap kampung, selain karakter suatu masyarakat kampung yang dibentuk oleh kebudayaannya,“ kata Bupati. Bupati juga berharap, dukungan dan peran serta warga untuk meneruskan program pembangunan untuk mewujudkan Kubar yang masyarakatnya semakin cerdas, sehat dan sejahtera berbasiskan ekonomi kerakyatan.
Atas nama Pemkab Kubar, Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada warga Kampung Karangan,Gunung Rampah,Sakaq Lotoq dan Kampung Gadur yang telah mendukung dan berperan aktif dalam berbagai kegiatan pembangunan, khususnya yang dilaksanakan di kampung masing masing. „Demikian pula, saya ucapkan terima kasih kepada seluruh warga di tempat ini, yang telah ikut serta dalam menyukseskan pemilihan petinggi,“ ujarnya.
Semangat kebersamaan katanya, perlu dipertahankan, sebagai langkah konkrit membangun masyarakat menjadi lebih berkualitas produktif dan sejahtera. Karena itu, setiap kampung harus memiliki database sehingga arah pembangunan kampung yang menjadi ujung tombak pembangunan dapat terarah sesuai kebutuhan masyarakat.
Bupati juga mengatakan tuntutan akan pelayanan yang makin berkualitas, bukan saja dilihat dari segi kedinasan sebagai jajaran aparatur pemerintahan, tetapi juga karena tuntutan zaman, di mana kebutuhan dan kepentingan masyarakat untuk meraih kesejahteraan kian kompleks. Dengan demikian katanya, seorang petinggi dan stafnya yang masuk jajaran aparatur pemerintahan, harus menjalankan sistem pemerintahan secara efektif, efisien, responsif dan bertanggung jawab.
Bupati juga mengatakan, ada dua hal teknis yang ingin dia sampaikan untuk diperhatikan. Pertama, segenap warga masyarakat, khususnya warga empat kampung ini, secara bersama-sama harus mampu merespons secara positif dan bertanggung jawab terhadap berbagai kegiatan pembangunan yang dilaksanakan di tempat ini. Untuk itu, warga masyarakat haruslah menjadi rekan kerja Petinggi dalam segala bidang pekerjaan sesuai aturan yang berlaku.
Kedua, sebaliknya, seorang petinggi tidak dapat menerapkan sistem kepemimpinan otoriter, tetapi harus menerapkan pola kepemimpinan partisipatif, yang memberikan peluang seluas-luasnya bagi warga untuk terlibat dalam menentukan arah pembangunan dan menjadi pelaku atas pembangunan itu sendiri. (hms10/ran/kaltimpost.co.id/06/07/2011)




