Kaltim Jadi Destinasi Dunia
Target 2013 setelah Terminal Baru Sepinggan Tuntas
BALIKPAPAN - Perluasan akan membuat Bandara Sepinggan, Balikpapan, membesar hingga 8 kali lipat dari ukuran sekarang. Langkah strategis ini diyakini akan menguntungkan perekonomian Kaltim, bahkan Pulau Borneo secara keseluruhan.
Kaltim selama ini masih minim pamor di mata dunia. Padahal, potensi sumber daya alamnya cukup besar. Seperti, pertambangan batu bara, minyak bumi, perkebunan kelapa sawit, dan perikanan laut.
Menurut Direktur Komersial PT Angkasa Pura I Robert Daniel Waloni, Selasa (20/9) tadi, pasar international akan terbuka lebar begitu terminal baru bandara internasional satu-satunya di Kaltim ini beroperasi. Ini sesuai tema proyek mereka: Connecting Borneo to the World atau menghubungkan Kalimantan ke (seluruh) dunia.
“Kami berupaya menawarkan ke dunia di ajang the roots (pertemuan traveling dan turis sedunia, Red). Bagaimana menjadikan Kaltim dan Balikpapan sebagai destinasi baru dunia,” terangnya.
Dari peluang tersebut, kemungkinan memperkenalkan daerah ini ke sejumlah negara cukup besar. “Kehadiran airport ini pasti memberi kontribusi besar kepada pariwisata,” ungkap Robert lagi.
Saat ini, kata dia, Kaltim belum dikenal luas di pasar international. Khususnya, Benua Eropa. International flight dari dan ke Sepinggan hanya 9 kali setiap pekan. Silk Air terbang 6 kali seminggu tujuan Singapura, sedangkan Air Asia 3 kali seminggu tujuan Kuala Lumpur.
Sebelumnya, Direktur Utama PT AP I Tommy Soetomo mengatakan, proyek perluasan akan selesai Mei 2013 mendatang. Dengan biaya Rp 1,6 triliun melalui kucuran dana BUMN, jika sudah jadi, kemampuan Sepinggan akan "meloncati" kemegahan dan kemampuan Bandara Hasanuddin, Makassar, dan Bandara Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur.
“Saya katakan ini potensi yang sangat besar. Salah satu bandara terbesar di Indonesia,” katanya.
Perhitungan naik hingga 8 kali lipat itu berdasarkan luas bandara. Saat ini, luas Sepinggan adalah 14.547 meter persegi dan akan menjadi 110.000 meter persegi. Sementara untuk pertumbuhan penumpang, posisi saat ini adalah 5,1 juta penumpang per tahun, dan akan mencapai 10 juta penumpang pada 2020. Jika dihitung-hitung, jumlah 68.639 penumpang internasional (saat ini) yang diasumsikan juga naik 8 kali lipat, maka akan mencapai angka 550 ribu. Jumlah lebih tinggi bakal dicatat bila apabila tema Connecting Borneo to the World jugaberhasil.
Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menuturkan, dengan perkembangan bandara, dipastikan ekonomi daerah berkembang simultan. Rizal yakin, multiplier effect-nya sangat besar. Cuma memang tidak datang dalam sekejap. “Gagasan penerbangan luar negeri langsung dari Balikpapan itu pasti bisa tercapai,” ujarnya.
Komandan Pangkalan TNI AU (Danlanud) Balikpapan Letkol Pnb Riva Yanto menambahkan, pihaknya yakin keamanan akan meningkat. “Teknis pengamanan terintegrasi, dari proses pembangunan sampai selesai. Saya yakin itu juga terpikirkan, karena yang membangun bandara ini sudah berpengalaman membangun Hasanuddin,” ungkap Riva.
TAK GANGGU PENERBANGAN
Sementara itu, Pimpinan Proyek (Pimpro) Waedo Hasrul menambahkan, pihaknya tengah merampungkan persiapan kontruksi pertama. Yakni, dari sisi terminal yang rencananya akan tuntas tahun ini. “Bulan ini juga mulai kami kerjakan. Mulai dari VIP room, terminal kargo, Kantor PT AP 1, dan untuk terminalnya. Prosesnya bertahap, dan tidak mengganggu penerbangan. Kami mohon dukungannya, operasional bandara tetap jalan,” sebutnya.
Berdasarkan perencanaan, bandara ini akan memiliki 11 garbarata. Angka itu melebihi Hasanuddin (9) dan menyamai Juanda.
Di depan terminal, ada gedung enam lantai khusus untuk ruangan parkir. Akses penghubung antara keduanya itu dilintasi flyover dari ruang keberangkatan ke arah barat yang melengkung di bagian gedung parkir. Selain itu, runway bandara juga diperpanjang dari 2.500 meter x 45 meter menjadi 3.250 meter x 45 meter.
Hanya, soal runway, Asisten Manager Sistem Informasi Manajemen dan Humas PT AP I Bandara Sepinggan Abdullah Husein mengatakan, perpanjangan fasilitas tersebut di luar kewenangan pihaknya. Sebab, menjadi tanggung jawab Pemkot Balikpapan dan Pemprov Kaltim. “Karena anggarannya itu kan dari APBN. Kalau kami hanya terminal saja,” tegasnya. (*/lim/zal/kaltimpost.co.id/22/09/2011)




