Digelar di Utara, Perdana di Kaltim
Asisten I Tinjau Uji Coba Launching e-KTP
PROGRAM NASIONAL: Asisten I Setkot Samarinda Diwansyah (berdiri tengah) saat meninjau uji coba pembuatan e-KTP di Kecamatan Samarinda Utara kemarin.
SAMARINDA — Dari tujuh kabupaten/kota di Kaltim, Samarinda ditetapkan Departemen Dalam Negeri (Depdagri) menjadi yang pertama menerapkan e-KTP atau KTP elektronik. Bahkan, lima dari 10 kecamatan yang ada di Kota Tepian, siap melaksanakannya. Sedangkan kecamatan lain, terkendala perlengkapan yang belum semunya diterima. ”Insya Allah, Kamis (29/9) kita me-launching e-KTP di kecamatan Samarinda Utara,” ungkap Asisten I Setkot Samarinda H Diwansyah, didampingi Kepala Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan (Discapilduk) Samarinda H Jony Bachtiar, Kabag Pemerintahan Sekretariat Samsul Qomari, di sela-sela tinjauan uji coba kemarin.
Disebutkan Diwansyah, selain Samarinda Utara, kecamatan lain yang siap meliputi Samarinda Ilir, Samarinda Ulu, Sungai Kunjang, dan Palaran. Diwansyah juga menjelaskan soal banyaknya peralatan yang belum diterima kecamatan lain. Seperti Sungai Pinang. Dari 16 item yang seharusnya ada, sisa server dan tripod yang belum dating. ”Perangkat keras didatangkan dari pabrikan Amerika. Sedangkan software dari India,” terang Diwansyah yang juga didampingi Camat Sungai Pinang Edi Maryadi.
Diwansyah pun sempat berbincang dengan Slamet Rianto, warga RT 90, Kelurahan Sempaja Selatan, Samarinda Utara. ”Saya senang melihat bapak sekeluarga mau mendukung program pemerintah. Yang jelas tidak dipungut biaya. Gimana prosesnya tadi, rumit atau tidak?” tanya Diwan.
Terhadap pertanyaan tersebut, Slamet memberikan jawaban yang sederhana. Baginya, yang penting petugasnya ramah. Memang sedikit memakan waktu, karena tidak hanya difoto, tapi juga scanner sidik jari, iris mata, serta tanda tangan elektrik. Untuk iris mata, warga harus melepas kacamatan bahkan softlens.
”Kita tidak bisa mastikan lama prosesnya. Karena terkadang scanner sidik jari memakan waktu. Kalau jari tangan warga tidak bersih, alatnya tidak mau mendeteksi, jadi harus dibersihkan. Apalagi kalau ada kutil di jarinya, harus dibersihkan dulu. Setelah semua proses selesai, operator kami juga melakukan sidik jari membenarkan proses,” ungkap Sekretaris Camat Samarinda Utara Maryati.
Kemudian, data warga langsung diterima di Jakarta. Lantas warga tinggal menunggu surat panggilan lagi untuk mengambil KTP yang berlaku seumur hidup ini. ”Kita tidak bisa memastikan kapan selesainya, karena harus menunggu dikirim dari Jakarta. Untuk sementara, warga memakai KTP yang lama. Ketika sudah jadi, barulah ditarik,” urai Maryati lagi.
Dia juga mengimbau agar warga yang telah menerima undangan dari ketua RT setempat, supaya membawa KTP, dan Kartu Keluarga (KK). Termasuk surat undangan tadi. ”Jika tidak membawa, terpaksa harus kembali ke rumah,” pesannya. (hms2/ica/kaltimpost.co.id/27/09/2011)




