Guru Bontang Ikuti Kawasan
SEBANYAK 40 peserta guru tingkat SMA dari 33 propinsi dan 32 undangan serta narasumber mengikuti kegiatan Kemah Wilayah Perbatasan (Kawasan) yang digelar Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala melalui Direktorat Geografi Sejarah, Kementerian Kebudayaan Pariwisata.
Kegiatan ini dilaksanakan selama 5 hari mulai 10 hingga 14 Oktober lalu di Pantai Pongkar Kecamatan Tebing Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan Singapura. Tema yang diangkat dalam kegiatan Kawasan ini adalah ‘Melalui Kawasan Kita Tingkatkan Pemahaman Guru Untuk Membangun dan Menjaga Keutuhan Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia’.
Sedangkan peserta yang ikut dalam kegiatan ini adalah satu guru SMA atau sederajat dari seluruh bidang studi yang berprestasi yang mewakili satu provinsi. Perkemahan ini sengaja digelar dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis para guru terhadap permasalahan bangsa khususnya di daerah perbatasan.
”Selain itu kegiatan kawasan ini juga bertujuan bagaimana guru sebagai tenaga pendidik ikut berusaha menjadi bagian dalam mengatasi permasalahan bangsa khususnya di daerah perbatasan secara kreatif dan inovatif sesuai dengan perannya sebagai warga masyarakat dan pendidik,”ujar Hariyani, guru SMAN 3 Bontang yang mewakili Kaltim dalam kegiatan ini.
Lebih jauh Haryani mengatakan bahwa dengan mengikuti Kawasan ini banyak manfaat yang didapatnya.”Salah satunya adalah meningkatkan pengetahuan dan wawasan tentang dinamika masyarakat khususnya di daerah perbatasan ini baik secara geografis, sosial,ekonomi maupun budaya yang dapat dijadikan bahan kajian untuk meningkatkan kemampuan profesional sebagai seorang guru,”ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, seluruh peserta mengikuti dialog yang dihadiri oleh berbagai narasumber ahli dibidangnya seperti Prof Dr Gusti Adnan (sejarawan), Prof Dr Enok Maryani (ahli pendidikan), Prof Dr Susanto Zuhdi (Kemenhan), dan masih banyak lagi. Selain itu para peserta juga melakukan Participant Observation dan membuat hasil observasi yang selanjutnya dipresentasikan dalam bentuk focus group discussion.
“Kegiatan selanjutnya adalah ‘Guruku di Perbatasan’ yakni berdialog dengan guru-guru di wilayah perbatasan untuk saling berbagai, bertukar dan memperkaya pengalaman pendidikan di wilayah perbatasan. Dalam kegiatan ini kita juga melakukan kunjungan ke KBRI Singapura untuk mendapatkan informasi tentang Singapura sebagai negara yang berbatasan dengan Indonesia serta mengunjungi sekolah Indonesia di Singapura,”tandasnya. (hms4/zom/kaltimpost.co.id/25/10/2011)




