Kado buat Kaltim Bukan Cuma Satu, Tiga!

 

HUT Pemprov bagi Awang Faroek Ishak

LOBI PUSAT: Gubernur Awang Faroek Ishak dan Menteri M Nuh (kiri) di Balikpapan (6/1) lalu. (MUSLIM HIDAYAT/KP)

KADO. Pemberian yang tak disangka apa dan berapanya. Satu saja, sudah menyuguhkan kegembiraan bagi penerimanya. Apalagi tiga. Bagi Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, kado itu makin istimewa karena diberikan ketika usia Pemprov Kaltim tepat 55 tahun, hari ini. Bukan kado sembarangan: tiga perguruan tinggi negeri sekaligus buat Kaltim.

Seperti apa ketiganya dan bagaimana pendidikan secara umum di Bumi Etam? Berikut petikan wawancara Kaltim Post dengan Awang Faroek Ishak ketika ditemui dua hari lalu di Lamin Etam.

Sebentar lagi HUT Pemprov Kaltim. Apa yang istimewa?

Saya sangat bahagia sebab pusat membangun tiga perguruan tinggi negeri di sini. Negeri, artinya semua dibiayai APBN, baik fisik maupun operasionalnya.

Pertama, Politeknik Negeri Balikpapan yang statusnya ditetapkan menjadi negeri. Kemudian Institut Teknologi Kalimantan (ITK), juga di Balikpapan, dan Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) di Tenggarong, Kukar. Ini kado yang sangat istimewa bagi Kaltim.

Kapan ketiganya mulai menerima mahasiswa?

Meski pembangunan fisiknya dimulai tahun depan, tetapi tahun ini sudah dimulai (penerimaan mahasiswa baru). Saya sungguh senang ITK didirikan. Bayangkan, ITK akan memiliki lima fakultas dengan 26 program studi. Itu demi memenuhi cluster industri di Kaltim seperti industri perkebunan, gas dan kimia, hingga pabrik peleburan alumina di Muara Wahau, Kutim. Belum lagi tenaga kerja untuk 200 ribu hektare food estate yang memerlukan mekanisasi.

Persiapan untuk ITK…

Ya, Pemkot Balikpapan sudah menyediakan 300 hektare lahan. Disiapkan 120 calon dosen yang dikirim ke Jerman dengan dana dari kerja sama kedua pemerintah. Semuanya lulusan grade A.

Untuk ISBI yang rencananya dibangun di Tenggarong, Ibu Rita (Widyasari, bupati Kukar, Red) siap menyediakan lahan. Dengan demikian, perguruan tinggi negeri di Kaltim kian banyak. Di Tarakan ada Universitas Borneo, Universitas Mulawarman di Samarinda, serta ketiga institut tadi di Balikpapan dan Tenggarong.

Ini penting untuk menyediakan SDM yang andal. Terutama menjawab tugas Kaltim sebagai lumbung energi seperti ditetapkan dalam Master plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia.

Lalu, bagaimana pendidikan dasar dan menengah di Kaltim?

Dalam Program Kaltim Bangkit 2013, slogan “Pendidikan Kaltim Cemerlang atau Cerdas, Merata, dan Prestasi Gemilang” sudah memasuki tahun ketiga.

Beberapa fakta yang saya ingin sampaikan, sebelum 2009 Kaltim tidak pernah memiliki perda di bidang pendidikan. Memang pada 2003, setelah pengesahan UU 20/2003, Dewan Pendidikan Kaltim (Awang Faroek adalah ketuanya) telah berupaya agar anggaran pendidikan 20 persen. Namun, baru 2010 perda itu disahkan.

Selain itu, Kaltim masih menetapkan wajib belajar 9 tahun pada 2009. Baru Maret 2009, dicanangkan wajib belajar 12 tahun. Banyak perkembangan yang sangat baik di dunia pendidikan. Belum lagi berbicara Bosda (bantuan operasional sekolah daerah), insentif guru, dan beasiswa bagi puluhan ribu orang.

Setelah beberapa tahun, seperti apa hasil Bosda dan insentif tersebut?

Bosda diluncurkan sejak semester kedua 2009 hingga 2011 kepada semua sekolah menengah atas serta yang sederajat. Jumlahnya Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta per siswa per tahun. Sementara SD dan SMP dibantu APBN melalui Bosnas.

Bosda adalah konsekuensi dari wajib belajar 12 tahun. Nah, tolok ukur paling mudah adalah dari perkembangan angka partisipasi kasar. Pada semua jenjang, angka itu naik. Bahkan jenjang SMA sederajat, masih di bawah 70 persen pada 2008, sementara tahun lalu 84 persen. Kaltim ada di peringkat keempat nasional.

Soal insentif guru?

Ini juga patut dicermati. Guru di seluruh pelosok Kaltim belum tersentuh langsung oleh pemprov sebelum 2009. Tetapi itu berakhir setelah insentif Rp 1 juta per guru per bulan ditetapkan pemprov. Peningkatan kualifikasi guru juga terlihat. Data menunjukkan, kurang dari 40 persen guru di Kaltim berpendidikan S-1 atau D-4 pada 2008. Tahun lalu, meningkat menjadi 52 persen. Belum termasuk puluhan ribu lainnya yang sedang menyelesaikan S-1 atau D-4. Untuk diketahui, pemprov membiayai sebanyak 2.704 guru.

Selama dua tahun terakhir, 389 guru diberi kesempatan menempuh S-2 di dalam dan di luar negeri. Itu beasiswa penuh dari pemprov. Mungkin, tidak banyak pemprov lain di Indonesia yang memberikan beasiswa seperti Kaltim. Sedikitnya 30 ribu orang setiap tahun mendapatkan beasiswa dan stimulan pendidikan. Nominalnya luar biasa, mencapai Rp 100 miliar per tahun.

Bagaimana beasiswa sebanyak itu dikelola?

Sebelum meluncurkan program itu, kami telah memikirkan soal transparansinya. Pengelolaan beasiswa di Kaltim memakai sistem online (www.beasiswa-kaltim.org). Ini merupakan hal baru yang menjamin transparansi dan akuntabilitas publik. Kami mendapat apresiasi berbagai kalangan. Kalau sebelumnya ‘kan masih manual.

Masih soal beasiswa, pemprov juga menyalurkan dana bantuan bagi siswa sekolah menengah. Jumlahnya menembus 138 ribu orang, Rp 1 juta per siswa untuk SMA, dan Rp 1,5 juta untuk SMK. (fel/zal/adv/kaltimpost.co.id/09/01/2012)

 
Kalender Agenda
previous month May 2012 next month
M T W T F S S
week 18 1 2 3 4 5 6
week 19 7 8 9 10 11 12 13
week 20 14 15 16 17 18 19 20
week 21 21 22 23 24 25 26 27
week 22 28 29 30 31
Polling
Bagaimana menurut Anda website BKD Tipe 3 ini?

Please register to vote

 
buy viagra online | viagra price | viagra side effects | information viagra | buy viagra | buy viagra pills | buy generic viagra | viagra for sale | order viagra online | is viagra safe for women | free viagra sample | viagra natural | female viagra | viagra 6 free samples | USA viagra | Viagra uk | viagra purchase | dosage viagra | discount viagra | viagra cheap | non prescription viagra