Rp 191 M untuk Gaji Guru dan PNS
Disdik Kebagian Anggaran Rp 400 Miliar
SANGATTA. Untuk meningkatkan fasilitas dan kualitas pendidikan di Kutai Timur (Kutim), tahun ini Dinas Pendidikan (Disdik) Kutim mendapat anggaran Rp 400 miliar. Kepala Disdik Kutim Iman Hidayat mengatakan, anggaran ini naik dibanding tahun lalu, yang hanya sekitar Rp 362 miliar.
Meskipun naik, tapi anggaran di tahun 2012 ini masih didominasi anggaran untuk gaji guru dan pegawai. "Anggarannya masih dominan untuk gaji dan honor pegawai termasuk insentif," katanya.
Iman mengatakan, dari anggaran Rp 400 miliar tersebut, Rp 191 miliar untuk gaji dan tunjangan PNS. Sementara Rp 202 miliar untuk biaya pembangunan proyek multiyears dan honor serta tunjangan bagi pegawai non PNS. "Jadi dari anggaran Rp 400 miliar ini untuk infrastruktur hanya sekitar 10 persen," katanya. Artinya, untuk infrastruktur hanya dialokasikan Rp 40 miliar.
Guru di lingkungan Disdik Kutim berjumlah 4.000 lebih. Dengan kondisi keuangan yang belum memungkinkan, menurut Iman, pihaknya akan memilah program mana yang harus didahulukan. "Jadi mengacu skala prioritas," tambahnya.
Seperti diketahui, dengan anggaran besar, Disdik berencana memacu pendidikan dengan mengejar kualitas sama dengan kualitas pendidikan di kota besar yang telah lama mandiri. Kota yang dipilih jadi percontohan adalah Surabaya dan Malang.
Sebagai langkah nyata, Disdik akan membangun dua sekolah unggulan yakni SAM dan SMK. Kedua sekolah ini akan dibangun terpisah di Jl Soekarno - Hatta. Dua sekolah ini akan dibangun dengan pembiayaan tahun jamak atau multiyears. Anggarannya telah disetujui DPRD Kutim.
Beberapa waktu lalu, Wakil Ketua DPRD Kutim H Suardi membenarkan persetujuan anggaran untuk mega proyek Disdik tersebut. Kedua sekolah yang akan dibangun itu adalah pembangunan lanjutan SMA 2 di Jl Soekarno-Hatta yang direncanakan akan menghabiskan dana sekitar Rp 84 miliar. Dana ini digunakan untuk membangun berbagai fasilitas termasuk asrama, aula dan fasilitas lainnya.
Hal sama untuk membangun SMK negeri yang diperkirakan akan menghabiskan anggaran Rp 116 miliar hingga tuntas. (jn/nin/sapos.co.id/16/01/2012)




