PNS Jambi Diminta Tingkatkan Pelayanan
“Menyikapi kondisi yang berkembang saat ini, saya berpesan agar kita semua yang hadir disini dan seluruh Korp Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jambi, untuk tidak melalaikan pelayanan kepada masyarakat, dan harus bekerja keras serta tidak perlu merasa khawatir atas beban tugas yang diberikan. Terlebih lagi beban tugas yang diberikan tersebut telah sesuai dengan peraturan perundangan dan ketentuan yang berlaku.”
Disamping itu Gubernur juga mengingatkan agar PNS tidak khawatir terhadap kontrol masyrakat. “Kita juga tidak perlu khawatir atas kontrol yang dilakukan masyarakat dan berbagai lembaga sosial lainnya. Justru dengan adanya kontrol tersebut membuat kita akan lebih berhati-hati dalam melaksanakan tugas dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan aturan yang berlaku.”
Diingatkan Gubernur, bahwa upacara yang dilaksanakan hari ini merupakan wahana meletakkan tugas dan tanggungjawab dalam krangka meningkatkan kebersamaan untuk membangun bangsa dan Negara khususnya provinsi Jambi menuju provinsi Jambi yang Maju, Mampu dan Mandiri. Ditegaskan Gubernur, terwujudnya provinsi Jambi yang Maju, Mampu dan Mandiri ini, merupakan rangkaian tahapan pencapaian masyarakat sejahtera, adil dan makmur di bawah Rido Allah SWT.
Disamping itu Gubernur menegaskan, bahwa untuk menuju pelayanan publik yang prima dibutuhkan kesiapan sumberdaya aparatur yang sadar akan fungsinya sebagai pelayan masyarakat, memberi arah yang dapat menciptakan peluang serta memberikan motivasi dan memberikan pelayanan secara prima kepada masyarakat.
“Sebagai abdi masyarakat, kitapun harus sadar akan kedudukan dan posisi kita yang menjadi contoh dan tauladan bagi masyarakat, untuk itu melalui kesempatan ini saya sampaikan agar saudara-saudara sekalian dapat menjaga nama baik diri saudara dan nama baik Korp Pegawai Negeri Sipil," tegasnya.
Disampaikan juga oleh Gubernur, tidak dapat dipungkiri lagi, bahwa dinamika, kompleksitas dan keanekaragaman tuntutan serta pola kehidupan masyarakat dewasa ini tidak lagi diatasi atau dikelola dengan pola penyelenggaraan pemerintah yang konvensional, dan sebagai birokrat dituntut untuk mempu memberdayakan masyarakat, responsive, bersih dan bebas korupsi serta berorientasi pada sistim dan mekanisme pasar, ujarnya. (kabarindonesia.com 19/01/10)




