Pemkot Sebut Tanggungjawab ke Pemprov
Soal Air Mahakam yang Tercemar Berat
SAMARINDA. Berdasarkan hasil uji laboratorium, air Sungai Mahakam telah dinyatakan tercemar berat. Namun untuk meminimalisir hal tersebut, sejauh ini Pemkot tak bisa berbuat banyak.
Seperti diungkapkan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Samarinda, Murdiansyah saat dikonfirmasi Sapos kemarin siang. Kata dia, untuk mengatasi permasalahan pencemaran Sungai Mahakam, membutuhkan kerja keras dan dana yang besar. Karena itu, pihaknya tak mungkin melakukannya sendiri tanpa bantuan dari pihak lain.
"Itu bukan masalah kecil. Kalau mau diatasi, perlu kerjasama dari semua komponen," katanya.
Selain itu, dengan pertimbangan Sungai Mahakam tidak hanya berada di wilayah Kota Samarinda, tetapi hingga ke wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kutai Barat (Kubar), sehingga dibutuhkan kerjasama antar pemerintah daerah ini untuk menangani persoalan yang menjadi kerisauan masyarakat banyak ini.
Lantas, karena mencakup beberapa pemerintah daerah, Murdiansyah mengatakan, soal pengendalian pencemaran menjadi tanggungjawab Pemprov Kaltim. "Terserah nanti dari tiap kabupaten/kota punya tanggungjawab sejauh mana. Yang jelas, kita harus duduk satu meja dulu. Dan yang punya kapasitas untuk mengundang itu Pemprov," jabarnya.
Pihaknya, kata Murdiansyah, mengaku siap membantu jika upaya penanganannya itu difasilitasi oleh Pemprov. "Masalahnya, percuma kalau hanya kita saja. Kita mau bersihkan di sini, tapi kalau di wilayah Ulu tidak bersihkan, ya percuma. Tetap saja muara kotorannya ke wilayah kita," timpalnya.
Meski tak ada upaya pembersihan terhadap Sungai Mahakam, kata Murdiansyah, pihaknya tetap melakukan pengawasan intensif. Khususnya ke perusahaan atau industri yang disinyalir menjadi penyebab pencemaran.
Pengawasan itu terutama terhadap rekomendasi analisis mengenai dampak lingkungan (amdal), teknik kegiatan perusahaan, hingga kepada pembuangan dan pengolahan limbah. Jika limbahnya bisa berpotensi terhadap pencemaran, maka diminta untuk mengolahnya terlebih dahulu sebelum dialirkan ke sungai.
"Jadi, sambil menunggu koordinasi dari Pemprov Kaltim, kita juga tetap lakukan pengawasan intensif. Makanya, berkat pengawasan kita sehingga hasil pengujian bulan Maret makin menurun tingkat pencemarannya daripada bulan sebelumnya," tukasnya. (yes/sapos.co.id/14/04/2010)




