Gubernur Pastikan Bandara Jadi Prioritas
Pemkot Diminta Segera Selesaikan Masalah NCR
SAMARINDA. Masih belum jelasnya masalah progress pada pembangunan Bandara Samarinda Baru di Sungai Siring, Samarinda Utara memang menjadi penghambat. Buktinya, hingga saat ini proses tender untuk melanjutkan proses pembangunannya belum juga dilakukan, walaupun surat pelimpahan penanggungjawab pembangunannya dari Pemkot Samarinda ke Pemprov Kaltim sudah diserahkan sejak bulan lalu. Ganjalan sekarang adalah surat pemutusan kontrak dengan PT Nuansa Cipta Realtindo (NCR) belum dilakukan.
"Memang hingga saat ini kita belum menerima surat pemutusan kontrak kerja antara Pemkot dan PT NCR. Ini menghambat, seharusnya sudah dilakukan sekarang," kata Kepala Dishub Kaltim Zairin Zain belum lama ini.
Ia mengakui, permasalahan yang terjadi adalah persoalan perbedaan progress antara perhitungan Pemprov Kaltim yang menggunakan tim teknis dari BPKP dengan hasil perhitungan tim teknis dari NCR. Menurut tim teknis Pemprov progressnya hanya 23,909 persen, sementara NCR merasa progressnya mencapai 32,541 persen, karena ada pekerjaan di luar dari kontrak yang sudah dikoordinasikan dengan Pemkot Samarinda dan tak melanggar ketentuan yang berlaku. Ini juga yang menjadi masalah, pasalnya Pemprov tetap bersikukuh, perhitungan harus sesuai dengan progress yang mengacu pada kontrak kerja yang sudah dibuat.
"Ya pasti sangat mengganggu, kita berharap Pemkot Samarinda segera menyelesaikan masalah tersebut," ujarnya lagi.
Sementara Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menegaskan, bahwa komitmen Pemprov Kaltim untuk menyelesaikan pembangunan Bandara Samarinda Baru di Sungai Siring memang cukup kuat. Tetapi ia tetap kukuh dengan komitmen awal, yang dibayar adalah sisa utang dengan PT NCR yang hanya sesuai progress teknis yang telah dihitung oleh tim teknis, bukan oleh progress yang diajukan NCR.
"Jelas kami ingin pembangunan Bandara Samarinda Baru selesai sesuai harapan yang sudah dibuat. Tidak hanya kami, masyarakat Kaltim, terutama Samarinda dan sekitarnya menginginkan itu," tandasnya lagi.
Sebenarnya pihaknya bisa saja mengabaikan masalah progress yang saat ini diributkan, artinya mengabaikannya sementara, karena permasalahan yang saat ini diributkan adalah sisi udara. Sementara untuk sisi udara adalah domain pemerintah pusat, karena komitmennya seperti itu.
"Kan bisa saja kita lakukan tender untuk sisi daratnya saja dulu, tetapi kita juga berharap agar permasalahan tidak lagi terjadi di pembangunan Bandara itu, sehingga semuanya bisa berjalan dengan lancar," tegasnya lagi. (ias/sapos.co.id/23/04/2010)




