Insentif Daerah Berlanjut
Dari 54 Daerah yang Dapat, Kaltim Tak Ada yang Nyangkut
JAKARTA – Upaya merangsang pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemberian insentif dinilai cukup menjanjikan. Karena itu, kebijakan yang mulai diterapkan pada tahun anggaran 2010 itu akan dilanjutkan tahun depan. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah telah menganggarkan dana untuk memberikan insentif ke daerah sebesar Rp 1,2 triliun pada 2010.
Ke depan, porsinya akan terus ditambah. ’’Tujuannya, agar pemerintah daerah makin terpacu untuk meningkatkan kinerja demi kesejahteraan masyarakat,’’ ujar Sri Mulyani dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) di Jakarta, Rabu kemarin (28/4).
Untuk tahun anggaran 2011, kata Sri Mulyani, pemerintah menetapkan empat kriteria daerah yang berhak mendapatkan dana hadiah. (Lihat boks) ’’Jika syaratnya bisa dipenuhi, maka 2011 nanti daerah yang bersangkutan akan langsung mendapat dana cash,’’ janjinya. ’’Empat kriteria itu masing-masing memiliki skor. Jadi, silakan mulai sekarang semua pemerintah daerah membuat matriks.
Jika memang memenuhi kriteria, akan dimasukkan dalam daftar daerah penerima hadiah pada untuk anggaran 2011 nanti,’’ terangnya. Menurut Sri Mulyani, keempat kriteria itu akan dikaitkan satu dengan yang lain. ’’Misalnya, kalau ketemu saya, Pak Karwo (Gubernur Jatim Soekarwo) bilang Jatim pertumbuhannya di atas rata-rata nasional.
Tapi, saya juga perlu melihat bagaimana inflasinya maupun penurunan angka pengangguran dan kemiskinannya. Jadi, semuanya akan dikaitkan,’’ paparnya. Pada November 2009 lalu, pemerintah melalui Kementerian Keuangan menetapkan 54 daerah berprestasi yang berhak mendapat hadiah, besarannya antara Rp 18 miliar hingga Rp 38 miliar untuk masing-masing daerah yang terdiri dari 9 provinsi, 17 kabupaten, dan 28 kota.
Dana tersebut mulai ditransfer ke daerah pada tahun anggaran 2010 ini. Sembilan provinsi yang meraih penghargaan adalah Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Kalimantan Tengah, Sumatera Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, dan Kepulauan Riau.
Sementara Kabupaten yang meraih penghargaan terdiri dari 17 kabupaten, yakni Gresik, Badung, Sangihe, Sidoarjo, Bungi, Indragiri Hilir, Minahasa, Agam, Bekasi, Malinau, Tuban, Jombang, Karanganyar, Labuhan Batu, Aceh Besar, Sukabumi, dan Simalungun.
Adapun Kota yang meraih penghargaan terdiri dari 28 kota, yakni Tanggerang, Batam, Denpasar, Makassar, Jayapura, Kendari, Sorong, Banda Aceh, Depok, Gorontalo, Pekanbaru, Bitung, Bandar Lampung, Binjai, Sukabumi, Palu, Surabaya, Cilegon, Kotamobagu, Ternate, Kupang, Surakarta, Batu, Jogjakarta, Padang, Madiun, Bekasi, dan Bandung.
Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menambahkan, dalam upaya mendorong perekonomian daerah, sinkronisasi antara pusat dan daerah memang menjadi kunci utama. ’’Untuk itu, sinergi antara pusat dan daerah akan terus ditingkatkan,’’ ujarnya.(owi/fat/jpnn/kaltimpost.co.id/30/04/2010)




