Rita-Ghufron Menang Mutlak
Hasil Real Qount KPU Kukar dan LSI-CPI Menang di Atas 50 Persen
TENGGARONG– Pasangan Rita Widyasari-HM Ghufron Yusuf bakal memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kukar dalam satu putaran. Setidaknya ini bisa dilihat dari hasil Real Qount KPU Kukar yang dipublikasi KPU Kukar, Sabtu (1/5) malam tadi. Hasil ini diperkuat quick count Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang bekerja sama dengan Citra Publik Indonesia (CPI) serta quick count media center Awang Dharma Bakti (ADB)-Saiful Aduar.
Semuanya menunjukkan pasangan Rita-Gufron unggul mutlak di atas 50 persen suara. Merujuk real qount KPU Kukar hingga pukul 23.00 Wita malam tadi, suara yang masuk mencapai 272.192 pemilih atau 63,06 persen suara dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT), yakni 431.656 suara.
Hasil real qount ini dihimpun KPU Kukar melalui metode pesan pendek atau short message service (SMS) dari seluruh Panitia Pemungutan Suara (PPS) di seluruh kecamatan. Dari suara yang masuk ini, Rita Widyasari-HM Ghufron Yusuf unggul mutlak dengan 55,31 persen atau 150.559 suara. Disusul peringkat kedua Awang Ferdian Hidayat-Suko Buono dengan 17,16 persen atau 46.706 suara.
Sedangkan ADB-Saiful di peringkat ketiga dengan 11,36 persen atau 30.933 suara. Sementara pasangan Sugiyanto-Fathan Junaidi berada di peringkat keempat dengan 7,23 persen, dibayangi Edward Azran-Syahrani diperingkat kelima dengan 6,85 persen. Terakhir pasangan nomor satu Idrus SY-Agus Shali dengan 2,09 persen. (Lihat Grafis).
Ketua KPU Kukar Rinda Desianti mengatakan, hasil real count ini lebih akurat karena diperoleh dari data yang dihimpun PPS melalui berita acara rekapitulasi di tingkat TPS. Selanjutnya dengan metode Short Message Service (SMS), PPS mengirimkan hasil tersebut ke KPU Kukar. “Hasil sementara real qount ini kami himpun agar masyarakat bisa cepat mengetahui hasilnya.
Kalau melihat hasil sementara ini, pilkada Kukar tampaknya satu putaran, karena sudah melebih 30 persen plus satu,” ungkap Rinda, malam tadi. Namun demikian Rinda mengatakan, hasil akhir tetap mengacu perhitungan manual yang diperkirakan bisa lebih cepat dari jadwal, yakni maksimal 15 Mei. “Kami perkirakan pada tanggal 7 Mei sampai 10 Mei sudah bisa menggelar rapat pleno rekapitulasi hasil akhir Pilkada Kukar.
Karena kami jadwalkan 3 Mei, rekapitulasi dari PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan, Red.) sudah terkumpul di KPU Kukar. Prinsipnya, lebih cepat lebih baik. Kalau semua sudah terkumpul segera kami gelar rapat pleno,” sebutnya.
Soal kemungkinan adanya laporan pelanggaran dari calon yang tak puas, Rinda mempersilakan pasangan calon nanti memanfaatkan masa sanggah tiga hari setelah rapat pleno penetapan suara. “Kami juga yakin tak ada masalah di tingkat TPS seperti kekhawatiran penggelumbungan suara, karena setiap TPS selalu ada 4 saksi dari pasangan calon,” ucapnya.
Sementara itu, hasil quick qount CPI juga menyebutkan calon nomor urut 6 Rita Widyasari-Ghufron memenangi Pilkada Kukar. Rita diklaim merebut 55,10 persen suara, sementara yang terendah pasangan nomor urut 1 Idrus SY Agus Shali dengan 1,10 persen. “Quick count kami hingga pukul 16.00 sudah mencapai 99 persen dengan urutan pertama direbut pasangan Rita Widyasari-Ghufron.
Memang belum 100 persen sampel yang masuk, tapi kami yakin tidak akan merubah apapun. Karena selisihnya dengan pasangan lain cukup jauh (lihat grafis, Red.),” kata Direktur CPI, I Hendrasmo dalam jumpa pers di Hotel Singgasana Tenggarong, kemarin. Dijelaskannya, tidak ada perubahan urutan peraih suara terbanyak hasil perhitungan cepat LSI-CPI dengan hasil survei yang dilakukan CPI pada 7-10 april lalu.
Rita Widyasari-Ghufron tetap berada di posisi pertama, bahkan mendapat pertambahan jumlah suara 10,2 persen. Hasil quick count LSI-CPI, hampir semua calon mendapatkan pertambahan suara dibanding hasil survei CPI, satu-satunya yang mengalami penurunan hanya Awang Ferdian Hidayat-Suko Buono yang turun 0,01 persen (lihat grafis). “Tingkat margin error kami itu hanya 1 persen.
Karena itu, kami yakin tak ada perubahan hingga perhitungan KPU Kukar selesai,” kata Hendrasmo. Ditambahkan Manajer Riset LSI Setia Darma, hasil quick count LSI-CPI, di daerah pemilihan (dapil) 1 (Loa Kulu, Loa Janan, Tenggarong) Rita mendominasi suara dengan 56,3 persen, dapil 2 (Muara Muntai, Kota Bangun, Kenohan, Kembang Janggut, Tabang, Muara Wis) Rita mendominasi dengan 59,9 persen suara, di dapil 3 (Sebulu, Muara Kaman, Tenggarong Seberang) juga didominasi Rita dengan 60,4 persen.
Sementara di dapil 4 (Anggana, M Badak, Marang Kayu), juga didominasi Rita dengan 55,3 persen. Satu-satunya kekalahan Rita adalah di dapil 5, yakni Samboja, Muara Jawa, Sangasanga. Di dapil ini Rita harus puas di posisi 2 dengan 38,7 persen, sementara Awang Ferdian Hidayat-Suko Buono berada di urutan pertama dengan 43,9 persen (selengkapnya lihat grafis 2).
“Dari jumlah pemilih 431.668 orang, dan jumlah TPS sebanyak 1.427 buah, kami mengambil sampel quick count sebanyak 200 TPS. Pengambilan sampel ini meski acak tapi tidak sembarangan. Pengambilannya harus proporsional sesuai jumlah pemilih di tiap kecamatan se-Kukar,” katanya.
ADB SANTAI
Sementara, tim Awang Dharma Bakti (ADB)-Saiful Aduar juga melakukan perhitungan real count dan quick count, yang berpusat di kediaman ADB di Jalan Mawar Nomor 21 RT 4 Kelurahan Panji, Tenggarong. Ketika media ini menyanggongi rumah itu, ADB tampak santai duduk di depan rumah ditemani belasan simpatisannya.
Di sebelah kanan pintu, terletak sebuah layar proyektor yang menampilkan perhitungan real count dan quick count versi tim yang dibentuk Partai PKS. ADB tampak santai mengamati pergerakan timnya, meskipun di layar tampak pasangan Rita Widyasari-Ghufron sudah mendominasi tiap dapil. ADB bahkan sempat bersiul-siul sambil beberapa kali sambil meminum kopi yang disediakan di meja tepat di samping tempat duduknya.
“Kalau tak ada perubahan, maka sudah berat (untuk menang pilkada, Red.) peluangnya. Kecuali kalau Nomor 6 tidak lebih dari 50 persen, maka masih ada kemungkinan,” kata ADB pada simpatisannya yang tampak tegang melihat pergerakan angka-angka perhitungan itu. Anggota media centre tim ADB Jamadi kemarin menyebut tim media centre terus menghimpun data dari tiap TPS.
“Untuk quick count, kami mengambil sampel 100 TPS, hasil ini lebih cepat. Kemungkinan sore sudah ada hasilnya. Sementara untuk real count, kami sudah menempatkan semua orang di tiap TPS. Ini sudah terpenuhi, kami tinggal menunggu penyetoran hasilnya,” kata anggota media centre tim ADB Jamadi, kemarin. Hasil quick count media center ADB menunjukkan, pasangan Rita-Gufron sebagai pemenang Pilkada.
Dari perhitungan cepatnya, Rita unggul dengan perolehan suara 57,64 persen, diikuti AFI-Suko 17,32 persen, ADB-Saiful 12,43 persen, Edward-Syahrani 7,67 persen, Sugiyanto-Fathan 7,55 persen, dan Idrus-Agus 1,85 persen. Untuk real count media center ADB, pasangan Rita-Gufron juga menang dengan 59 persen, diikuti AFI-Suko 11 persen, ADB-Saiful 14 persen, Edward-Syahrani 7 persen, Sugiyanto-Fathan 7 persen, dan Idrus-Agus 2 persen.
DIINTAI BANJIR
Pasang besar Sungai Mahakam yang mencapai puncaknya Sabtu (1/5) kemarin, disebut menyebabkan menurunnya partisipasi masyarakat mencoblos. Sejumlah kecamatan di hulu Sungai Mahakam, rumah warga mulai tergenang membuat masyarakat enggan ke TPS. Misalnya di Muara Muntai, Tabang, dan Kenohan.
Dalam teleconference dengan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dan Ketua KPU Hafiz Anshary di Desk Pilkada di Tenggarong, diketahui banjir tidak mengganggu langsung pelaksanaan pilkada. “Memang ada beberapa TPS yang terendam sekitar 5 cm, tapi sudah dipindah.
Tetapi, banyak jalan yang terendam, partisipasi masyarakat mencoblos sekitar 60 persen,” kata Camat Muara Muntai Hamrin HW melalui layar kaca. Menurut Camat, cuaca kemarin yang cerah tidak menambah parah banjir. “Ini karena posisi bulan purnama. Jika hujan, dikhawatirkan banjir makin besar,” tambahnya. Di Kembang Janggut, satu TPS juga sempat terendam.
Menurut Camat Kembang Janggut M Irianto, TPS itu juga sudah dipindahkan. Di Kecamatan Kenohan, banjir juga sedikit mengganggu pilkada. Menurut Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindugan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kukar Darmansyah, laporan ketinggian banjir di sejumlah kecamatan belum mengganggu pilkada. “Kami sudah mengantisipasi dengan menyiapkan 29 TPS terapung jika banjir membesar,” terangnya.
Sementara Penjabat Bupati Kukar Sulaiman Ghafur berjanji, hari ini akan mengunjungi Muara Muntai yang dilanda banjir. “Siang ini (siang kemarin, Red), camat-camat sudah mengambil langkah-langkah. Bersama SKPD (satuan kerja perangkat daerah, Red) kami segera ke sana,” katanya.(che/fel/gs/kaltimpost.co.id/03/05/2010)




