MUI Kaltim Surati Gubernur
Minta Nama Masjid Islamic Center Disayembarakan
SAMARINDA. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim menyurati Gubernur Kaltim beberapa waktu lalu. Isi surat yang ditandatangi Ketua MUI Kaltim H Hamri Haz tersebut, berisikan imbauan, agar dilakukan sayembara, agar masyarakat bisa terlibat dalam penentuan nama Masjid Islamic Center yang kini telah berdiri megah.
"Surat itu sudah kami sampaikan ke gubernur, agar bisa menjadi perhatian dan ditindaklanjuti. Kenapa namanya disaymbarakan, agar umat merasa ikut memiliki masjid tersebut, dan menjadi kebanggan masyarakat Kaltim," ujar salah satu unsur Ketua MUI Kaltim H Alwy AS, belum lama ini.
Menurutnya, selama ini, masjid tersebut belum memiliki nama, warga Samarinda lebih akrab menyebutnya Masjid Islamic Center, padahal itu bukan nama masjid tersebut. Disebut Islamic Center, karena disanalah nantinya menjadi pusat kegiatan umat muslim, di samping menjalankan ibadah 5 waktu tentunya.
"Sebagaimana halnya, masjid raya 'kan ada namanya. Mungkin orang selama ini, akrab menyebut nama Masjid Raya, tapi ada namanya, yakni Masjid Raya Darussalam. Kami berharap, demikian pula Masjid Islamic Center, segera memiliki nama, apalagi cukup banyak aktivitas keagamaan yang dilaksanakan di masjid itu," ungkapnya.
Dia berharap, surat dari MUI ini segera mendapat respon dari Gubernur Kaltim H Awang Faroek. Ini katanya, merupakan tugas MUI untuk mengingatkan kepada Gubernur. "Semoga lewat sayembara, nantinya diperoleh nama yang benar-benar pas untuk masjid megah kebanggan umat Islam di Kaltim ini," pungkasnya. (ama/sapos.co.id/27/05/2010)




