Gubernur Akui Merusak Hutan
Soal Pembangunan Jembatan Pulau Balang
SAMARINDA. Pembangunan Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara memang terus mendapat sorotan dari masyarakat, terutama kalangan LSM pemerhati lingkungan. Tetapi Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengaku bergeming, tetap akan melanjutkan pembangunan tersebut. Menurutnya, apa yang dilakukan sudah sesuai, sehingga tak perlu diributkan lagi. Apalagi anggaran pun sudah dialokasikan.
SAMARINDA. Pembangunan Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara memang terus mendapat sorotan dari masyarakat, terutama kalangan LSM pemerhati lingkungan. Tetapi Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengaku bergeming, tetap akan melanjutkan pembangunan tersebut. Menurutnya, apa yang dilakukan sudah sesuai, sehingga tak perlu diributkan lagi. Apalagi anggaran pun sudah dialokasikan.
"Kalau soal hutan rusak akibat pembukaan lahan dalam membangun jembatan itu, pastilah terjadi. Dimana pun, dalam proses pembangunan pasti ada dampaknya. Tetapi kita berusaha meminalisir dampak kerusakan yang terjadi tersebut," tandasnya kemarin.
Menurutnya, permasalahan sejak awal memang terkait Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), tetapi kabar terakhir yang diterimanya, untuk Amdal sudah tidak ada masalah. Artinya, proses pembangunan Jembatan Pulau Balang itu tetap bisa dilanjutkan.
"Bila Amdal-nya sudah tidak ada masalah, lalu apa lagi yang disoal. Kan bila Amdal-nya sudah keluar, tentu berbagai hal yang menyangkut prosesnya sudah dipertimbangkan. Jadi, proyek pembangunan Jembatan Balang itu pasti dilanjutkan, karena masyarakat di sana sangat membutuhkan," tandasnya lagi.
Apalagi menurutnya, proyek pembangunan Jembatan Pulau Balang itu sudah ada sebelum dirinya menjadi Gubernur Kaltim. Ini artinya, dirinya hanya melanjutkan saja proses pembangunannya. "Kan itu sudah jelas, jadi saya kira bila ada protes dari beberapa pihak ya tidak ada masalah, itu bentuk perhatian masyarakat terhadap pembangunan di Kaltim. Tetapi akan terus kita lanjutkan proses pembangunannya tersebut," tandasnya lagi.
Seperti diketahui, jembatan yang panjang bentangnya mencapai 1.750 meter itu diharapkan mampu meningkatkan lalu lintas transportasi antar wilayah yang hingga kini masih dipisahkan oleh laut sehingga masih menggunakan angkutan kapal ferry. Sebenarnya rencana pembangunan jembatan itu sudah ada sejak Yunarlis Ngayoh menjadi Pj Gubernur Kaltim.
Jembatan tersebut dibangun dengan jenis konstruksi cable stayed dan pelengkung beton presstre. Direncanakan jembatan tersebut dibangun dalam dua bentang, yakni bentang pendek sepanjang 500 meter, dari Penajam Paser Utara ke Pulau Balang dapat dibangun dengan konstruksi jenis pelengkung beton presstres dana APBD yang diperkirakan menelan Rp336,5 miliar dan untuk 2008 akan diusulkan Rp95,96 miliar.
Sementara itu untuk bentang lainnya sepanjang 1.250 meter dari Balikpapan ke Pulau Balang dengan konstruksi cable stayed diharapkan dapat ditanggulangi dengan dana APBN. (ias/sapos.co.id/27/05/2010)




